Jumat, 04 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor

 

Resume           : Ke 20

Hari/tanggal     : Rabu, 02 Maret 2022

Gelombang      : 23 & 24

Narasumber     : ada tiga w dir Rp tua tidak ssssreesaa Edi S. Mulyanta

Moderator        : Mulyadi


Salam Literasi !...t TT wa wa easy easy

Pertemuan ke 20 sebagai prasyarat membuat buku solo, namun itu bukanlah motivasi untuk menyimak materi malam ini. Sesungguhnya materi yang menarik, pantas untuk disimak. Moderator Pak Mulyadi memperkenalkan narasumber Pak Edi S. Muyanta dari Penerbit ANDI Yogyakarta.

Beliau bekerja di Penerbit Andi sejak tahun 2002. Berbagai jabatan telah disandang, mulai dari staff Litbang sampai posisi publishing consultant & e-book development...hingga saat ini.


Untuk mengenal lebih lanjut silahkan klik  di sini https://www.pbuandi.com/2021/11/edi-s-mulyanta.html?view=flipcard.

Dari pengalamanselama pandemi, buku format digital masih merupakan embrio yang belum menghasilkan keuntungan yang sama dengan buku fisik. Sehingga masa depan buku fisik masih sangat menarik untuk dicermati.

Secara garis besar posisi penerbit adalah demikian bapak ibu sekalian. Jadi yang didapat penulis selain royalty (koin) juga poin untuk jenjang akademik
Buku yang bisa untuk di tulis, di sarankan untuk mengikuti peraturan pemerintah no 75 (th 2019) yang memberikan arah pelaksanaan undang-undang perbukuan  no 3 tahun 2017

                                  Jenis buku yang dapat di tulis


Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market
Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.
 Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan.

 Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut.

Team pemasaran memberikan arah prosentase daya serap pasar saat ini. 
                                 Contoh tampilan di Google Books

Kesimpulan

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Refleksi : tulislah apa yang menjadi passion  kita dengan sendirinnya rasa percaya diri akan ada.

Pesan pak Edi Penerbit mayor maupun minor perbedaannya hanya di skala produksi, silahkan dipilah dan dipilih penerbit yang cocok dengan keinginan kita.

Semangat 💪

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tambahkan

RASA YANG TERCECER