Senin, 28 Februari 2022

Pemasaran Buku

 

Resume        : Ke 19

Hari/tanggal  : Senin, 28 Februari 2022

Gelombang    : 23 & 24

Narasumber  : Agus Subardana

Moderator     : Raliyanti

Tema            : Pemasaran Buku


Malam ini pertemun ke 19 dalam pelatihan belajar menulis PGRI.

Seperti biasa tepat pukul 19.00 wib/ 20.00 wita moderator yang bernama ibu Raliyanti memasuki kelas WAG dan menyapa peserta dan mengawali kegiatan malam ini dengan mengajak peserta untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah itu ibu Raliyanti memperkenalkan narasumber malam ini yang bernama Agust Subardana, S.E., M.M dari penerbit Andie.

Sekilas pandang tentang narasumber


Materi

Dalam memasarkan buku tentunnya menggunakan strategi dan strategi itulah yang malam ini akan dibahas oleh narasumber.

Di tengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku sekala Global - Dunia justru bertumbuh. Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjualan buku di secara global / Dunia hingga akhir 2021 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

                                  data yang dimaksud sebagai berikut...
Masih merujuk data tersebut, genre buku yang mengalami kenaikan adalah genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya mencapai 33% atau menjadi 2,8 juta Euro. Selanjutnya, pada genre Fiksi tumbuh 9% (menjadi 7,1 juta Euro), genre Leisure & Lifestyle tumbuh 37% (menjadi 1,4 juta Euro), genre Personal Development tumbuh 11% (menjadi 2,2 juta Euro), dan genre Children & Young Adult Non-Fiction tumbuh 15% (menjadi 1,5 juta Euro).

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik ; Dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

 Strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan           sosial-budaya.

Strategi Pemasaran buku yang telah  dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu 

1. Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line) 

2. Strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line ), dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :

 A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )

 1. Pentingnya Transformasi Digital 

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, Cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku .

Adapun Manfaat Digital Marketing antara lain :

👉 Biaya lebih relatif terjangkau atau murah

👉 Daya Jangkauan sangat luas 

👉 Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai            katagori 

👉 Komunikasi dengan Konsumen Lebih Mudah

👉 Lebih cepat popular 

👉 Sangat Membantu Meningkatkan Penjualan 

👉Mudah di evaluasi dan di kembangkan

Strategi On Line ini kurang lebih ada lima stretegi yang kami lalukan yaitu

 1. Melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best selle.

2. Kami Penerbit ANDI  juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

3. Penerbit ANDI  juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat".

4. Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.

5. Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On Line.

Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Kami Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live ..Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik.

B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

1. Strategi Pemasaran di Toko Buku 

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.



Untuk mempertajam pemasaran di toko buku dapat kita lakukan Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :

- Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .

- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

 2. Strategi pemasaran buku yang terakhir yaitu Directselling

Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan kita untuk mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang. Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct selling .

Refleksi : Setelah menerbitkan buku kita harus tahu strategi pemasarannya bisa juga kita mempromosiksn buku kita lewat WA Group, Fb (medsos)  atau kepada kolega kita , familli kita dansiapa saja yang kita kenal atau kita temui. Disamping strategi-startegi yang kita pelajari malam ini, semoga buku kita nanti laku dipasaran.

Tetap semangat 💪

Salam Literasi   ðŸ’“


Sabtu, 26 Februari 2022

Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie

 


Resume       :  Ke 18
Hari/tanggal  : Jumat, 25 Februari 2022
Gelombang  : 23 & 24
Narasumber  : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd
Moderator  : Rosminiyati

Pertemuan ke 18 dengan moderator ibu Rosminiyati dan narasumber Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.

Silakan kunjungi profil beliau pada tautan berikut ini, dan 
tinggalkan decak kagumnya di kolom komentar. 👇
https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Tidak harus ribet dalam menerbitkan buku, 
kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut, naskah pasti diterbitkan dengan proses penerbitan mudah dan cepat.


Penerbit Indie itu banyak. maka kita perlu pertimbangan dalam memilih penerbit. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.

Biaya penerbitan
fasilitas penerbitan
Batas maksimal jumlah halaman
Ketentuan dan Biaya cetak ulang
Apakah dapat Master PDF
Lama penerbitan
Jumlah buku yang didapat penulis

Kadang ada penerbit yang bilang gratis. Tapi kita tidak tahu ketentuan yang belum terungkap. Misalnya ternyata kita tidak dapat cetakkan bukunya, dapat master PDF saja. Kita mesti cari percetakkan sendiri
atau misalnya gratis tapi harus cetak minimal 20 eksemplar. Itukan sama saja ya.
Pak Brian menginformasikan ada 2 penerbit rekaan yang bisa direkomendasikan untuk digunakan sebagai referensi penerbitan buku.

1. Penerbit Depok
https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html
2. Penerbit Malang
https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html.

Narasumber mengatakan kita memiliki kondisi dan keinginan/rencana yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka kita coba mengakomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut untuk dapat dipilih.

Perhatikan perbedaan 2 penerbit rekanan tersebut
Pak Brian mengatakan yang  diberi huruf tebal merupakan letak perbedaannya.
Narasumber menyampaikan juga bahwa penerbit Depok juga ada paket gratis seperti ini. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini biasanya dipakai untuk sekolah yang memang cetak banyak. Sehingga tidak perlu memikirkan biaya penerbitan lagi
 Mari kita melihat  kembali lagi ke tabel tadi
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk bapak/ibu yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang.
untuk pribadi saja, sehingga  tidak perlu jumlah buku yang banyak
Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan.
 Penerbit Malang cocok untuk bapak/ibu yang  berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.
Silahkan dipilih satu dari antara dua penerbit indie tersebut yang dianggap cocok sesuai dengan dompet kita.

Refleksi : Jangan biarkan tulisan yang sudah ada tersimpan dalam laptop saja, namun bergegaslah untuk menebitkannya.

Closing Statmen :Tulisan yang kita anggap biasa bisa jadi luar biasa bagi orang lain.

Akhirnya besegeralah menerbitkan buku solo.

Salam Literasi 💓







Kamis, 24 Februari 2022

MENGENAL PENERBIT INDIE

 



Resume          : Ke 17
Hari/tanggal    : rabu, 23 Februari 2022
Gelombang      : 23 & 24
Narasumber    : Mukminim,S.Pd.,M.Pd
Moderator       : Helwiyah
Tema              : Mengenal Penerbit Indie

Hujan mengguyur kota Kupang sejak tanggal 2222022 hingga kemarin sampai malam, banjir dimana-mana bersyukurlah tempatku tidak banjir. Namun suasana dan kondisi tidak bersahabat sehingga baru pagi ini saya membuat resumenya, kendatipun saya mengikuti pelatihan via WAG kita semalam.
Ibu Helwiyah yang sudah tidak asing lagi untuk kita yang menjadi moderator, beliau memperkenalkan narasumber yang hebat untuk kita sekalian.


Pak Mukminin, S.Pd., M.Pd yang biasa disapa Cak Inin adalah seorang guru yang lahir di Jombang , 6 Juli 1965. 

Pekerjaan :

1.Guru (PNS ) di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 (32 th) sampai sekarang.  

2. Konsultan Umroh dan Haji Plus PT. ARMINAREKA PERDANA CABANG LAMONGAN 

3. Penulis buku di usia 55 tahun 

4. DIREKTUR PENERBIT BUKU KAMILA PRESS LAMONGAN 

5. Pengalaman Berorganisasi:

A. Pengurus PGRI Kec. Kedungpring 

B. Pengurus KOMNASDIK Kab. Lamongan 

. Pengalaman Lain: 

A. Menjadi Nara sumber belajar menulis online di WA grup PGRI asuhan Bapak Wijaya Kusumah,  M.Pd., ( Om Jay). 

B. Menjadi Nara sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim ( Ibu Noralai Purwa Yunita,M.Pd,  Kang Haji Encon Rahman,S.Pd., Bpk Sudomo, S.Pt., Wijaya Kusumah,M.Pd., Sudah berjalan 6 gelombang.

Banyak penghargaan yang telah beliau dapati.

Beliau bisa dihubungi lewat :

Hp / WA  : 081330944498

email.      : gusmukminin@gmail.com

FB             : Cakinin Mukminin Arminareka 

IG.             : cakinin_mukminin

Blog          : cakinin.blogspot.com

 

Alamat Rumah :

Jl. Ahmad Yani 

DS. Tlanak RT 04 RW 03 

Kec.Kedungpring 

Kab. Lamongan (LA)

JAWA TIMUR 

HP / WA : 081330944498

•Motto : 

•Manjadda Wajada

•Jadikan hidup untuk bermanfaat bagi orang lain 

•Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda lihat, Anda baca, Anda dengar, Anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin 2020)

•Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu siapa tahu itu jadi penolongmu (Cak Inin 2020).

Kata-kata Mutiara untuk  memotivasi diri:

1."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis"._Imam All-Ghazali

👉  Mari kita pahami cara menulis dan menerbitkan buku.

    Untuk mewujudkan itu  memang butuh ketekunan,  perjuangan dan juga          tekad serta  motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses                   menulis.

 ðŸ‘‰ Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat.

   Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu                  memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui: 

 1. Prawriting

a.. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap              sekitar ( Pay attention).
b. Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi      tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting
  Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan            menulis naskah buku sesuai  draf tadi.  

 Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel,   cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata,        menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yg perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.


👉 Penerbit buku ada dua macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit       Indhie. 
     Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini  : 

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

 Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama   sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko   buku.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

 Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

 Penerbit mayor : 

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

 Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

Penerbit mayor : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

 Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

 Penerbit mayor : 

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

 Penerbit indie : 

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

 Penerbit mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

 Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

Refleksi :  💓 Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara, maka                                 menulislah agar dunia tahu siapa dirimu.
             ðŸ’“ Tentukan penerbit indie untuk menerbitkan buku solo dan antologi                   mu karena penerbit indie merupakan solusinya.

Tetap semangat.




Rabu, 23 Februari 2022

Menetes Sepanjang Hari

 

                                         Lokasi SMP Negeri 8 Kota Kupang

BMKG memperkirakan sejak tanggal 22 februari hingga tanggal 28 februari di daratan timor akan turun hujan ringan hingga deras.

Kota Kupang berada di daratan timor dan memang benar prakiraan cuaca dari BMKG, sejak kemarin siang tanggal ciantik 2222022 hujan sampai dengan siang ini dan sekarang hujan turun deras.

Dari pagi saya di sekolah walaupun sekolah kami pembelajarannya  dilaksanakan  secara daring (PJJ).  Kebetulan saya mengemban tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah bagian kurikulum sehingga harus berada di sekolah. Sampai dengan siang ini hujan turun deras sekali, lokasi sekolah terasa sepi karena hanya beberapa guru saja yang masuk sesuai pembagian siff bagi guru dan pegawai untuk melaksanakan tugas di sekolah. Ruang tengah mulai keroncong  namun tak berdaya karena hujan membatasi ruang gerak untuk mencari  makan diluar sekolah dan akhirnya menikmati saja udara sejuk bahkan dingin yang menambah semangat kerja, dan saya memilih menulis kondisi saat ini.

           Ada pilihan untuk menanak nasi, kebetulan di sekolah ada majigcom dan beras maka jadilah menanak nasi, entah lauknya apa asalkan ada nasi untuk mengganjal perut. Hujan semakin deras seakan ada yang bocor dilangit, itulah kenyataan dimusim hujan.

Bersabar sambil menanti matangnya nasi, ada teman guru yang membuat kopi sehingga kami bisa panaskan perut. Inilah kisah yang patut diabadikan dalam tulisan sedehana ini. Andaiakn saat ini lagi berada  di rumah pasti lain ceriteranya. Hehehe itu bantal dan guling sudah menjadi teman setia.

Selamat menikmati curahan berkat Tuhan melalui hujan yang awet dan tidak mau berhenti.

Salam sehat… Tuhan memberkati kita semua.

Kota Kupang; 23 februari 2022


Selasa, 22 Februari 2022

Siaga Dengan Covid Corona-19

 Siaga Dengan Covid Corona-19




Hari jumat tanggal 18 februari 2022 SMP Negeri 8 Kota Kupang sudah melaksanakan PTMT 50% dan kelas 9 sementara tryout hari ke 5, berhubung ada salah satu peserta didik dinyatakan positif covid-19 maka pembelajaran bahkan tryout dihentikan pada siff yang kedua. Sehingga langkah yang diambil oleh pihak sekolah adalah menghubungi Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan SWAB sehingga sesuai jadwal kami baru bisa mendapat pelayanan pada hari senin tanggal 21 februari 2022. Maka pada hari senin kemarin kami pendidik, tenaga kependidikan serta peserta didik diswab.

Peserta didik hanya siff 1 yang didatangkan untuk mendapat pelayanan, sedangkan pendidik dan tenaga kependidikan semuanya diwajibkan untuk mendapat pelayanan. Ada beberapa tenaga pendidik tidak hadir untuk di swab entahlah alasan apa tidak diketahui, sepertinya ada yang merasa kuatir dengan hasil yang akan didapatinya. Sebelumnya sudah ada 2 tenaga pendidik kami yang dinyatakan positif covid-19. 

Kemarin hari senin tanggal 21 februari 2022 tepat pukul 10.00 wita pelayanan dimulai, kami pendidik dan tenaga pendidik didahulukan untuk diswab. Hasilnya ada 11 orang yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Dan peserta didik siff 1 yang diswab ada 14 orang anak yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Bagi yang terkapar melakukan isomah selama 14 hari.

Seiring dengan merebaknya covid-19 yang menyebar di kota Kupang, hampir seluruh kelurahan di kota Kupang sudah zona merah maka dari pihak dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Kupang mengeluarkan surat edaran untuk semua  satuan pendidikan ( PAUD/Kesetaraan, SD dan SMP) di wilayah Kota Kupang yang selama ini melaksanakan pembelajaran secara off line ( tatap muka ) untuk sementara waktu dihentikan dan dilaksanakan secara online (daring) terhitung tanggal 22 februari sampai dengan tanggal 22 maret 2022, dan apabila sebelum tanggal 22 Maret 2022 status covid-19 di wilayah Kota Kupang menurun maka pembelajaran kembali dilaksanakan secara off line, (tatap muka di kelas). Bagi pendidik dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas dengan pembagian siff yang hadir di sekolah 50% dan tetap memperhatikan protokol covid-19.

Besar harapan semoga pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik yang terpapar virus covid-19 dapat cepat pulih dan sehat kembali. 

Marilah kita taat prokes dengan memakai masker, cuci tangan dan menghindari kerumunan.

Salam sehat, Tuhan memberkati kita semua.


Senin, 21 Februari 2022

Langkah Menyusun buku secara Sistematis

 


Resume         

Hari/tanggal : Senin, 21 Februari 2022

Gelombang   : 23 & 24

Narasumber : Yulius Roma Patandean,S.Pd

Moderator   : Muliadi

Tema            : Lngkah Menyusun Buku Secara Sistematis.


Malam ini  tidak seperti biasanya perasaanku agak sedih karena listrik PLN padam berhubung dari sore  hujan di kota Kupang. Kendatipun penerangan seadanya saya tetap semangat dalam mengikuti pertemuan. Tepat pukul 19.00 wib atau pukul 20.00 wita moderator  menyapa peserta dan memperkenalkan narasumber kita malam ini.

Profil narasumber kita malam ini

Narasmber kita bernama Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd, beliau seorang penulis dan editor profesional dan guru Bahasa Inggris pada SMA Negeri 5 Toraja. Beliau lahir di salubarani, Tana toraja, 6 juli 1984. Beliau menyelesikan pendidikan S1 pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) saat ini sementaramelanjutkan Pendidikan di Institut agama Kristen Negeri Toraja.

Materi :

Langkah - langkah Menyusun Buku secara Sistematis :

1.  Dalam menulis dan menyelesaikan tulisan, saya masih memegang prinsip CLBK. 

2. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Bagi saya, COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.

3 Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih      dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.

 4 Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman.        Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.

 5 Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita    menjadi konsisten dalam prakteknya.

6 Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan  dan menciptakan karya tulisan.

 7 Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo.

8 Seperti apa cara sistematis yang saya lakukan dalam menyelesaikan tulisan?

9.  Saya melakukan seperti yang terdapat dalam tautan berikut ini.

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

10.  Tambahannya ada di sini. https://youtu.be/jXPr59aWJSc
     Maaf terpotong-potong penjelasannya, maklum masih belajar juga. 
11. Menyelesaikan tulisan akan terjadi oleh karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan- percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. 


Sebagai Refleksi : Jangan mencari waktu luang untuk mulai menulis, tetapi luangkanlah waktumu untuk selalu menulis.
Statement clossing :Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri.

Jumat, 18 Februari 2022

Konsep Buku Nonfiksi

 

Resume         : Pertemuan ke 15

Gelombang   : 23 & 24

Hari/tanggal : Jumad, 18 Februari 2022

Nara sumber : Musiin, M.Pd

Moderator    : Dail Ma'ruf

Tema            : Konsep Buku Nonfiksi


Salam Literasi!

Dalam pertemuan ke 15 malam ini, kita akan ditemani moderator yang sudah tidak asing lagi yaitu Pak Dail Ma'ruf. Beliau menyapa peserta dan langsung memperkenalkan narasumber hebat yang bernama ibu Musiin, M.Pd.

Sekilas Biodata narasumber :

Curriculum Vitae




Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 .

Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan  sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun 1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.

Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.

Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri

Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang

1.  Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia Surabaya.

2. Pemberian bantuan pangan bagi masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama dengan World Food Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo

3.  Pemberian bantuan susu bagi anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam Departemen  Pertanian Amerika Serikat.

4.  Pelatihan Sekolah Ramah Anak  bagi guru-guru SD di Kabupaten Sampang bekerja sama dengan UNICEF.

5.  Pendidikan  lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur.

6. Pengadaaan perpustakaan kampung, dan toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN WFP.

 Untuk saat ini, Bu Iin juga bergabung dalam Program Guru Penggerak menjadi Pengajar   Praktik Angkatan 4 untuk Wilayah Kabupaten Kediri.

 Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di         bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.

 Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut:

1.  Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z

2.  Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)

3.  Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)

4.  Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)

5.  Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji

6.  Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.

7.  Menulis Artikel populer di majalah online

       Editor Buku

1.    Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)

2.    Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)

 

Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.


Materi

Menulis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. pada malam ini kita akan lebih fokus pada menulis buku nonfiksi. Untuk itu marilah kita menyimak penjelasan dari narasumber kita.

Ibu Musiin mengatakan 

Ada ketakutan  yang beliau rasakan ketika menulis buku.

Ketakutannya sebagai berikut:

1. Takut tidak ada yang membaca.

2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

Ketakutan itu yang sering kali membuat beliau merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.

Ternyata cahaya untuk berkarya berasal dari diri kita sendiri. sehingga dapat menepis rasa minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan.

Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak..

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.


Alasan  ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:

1. Mewariskan ilmu lewat buku.

2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online     maupun offline.

3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Apakah kutipan ini masih relevan di era digital saat ini? 

Tentunya masih. Kekuatan youtuber hebat, selegram terkenal,salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi bisa dibangun jika kita pandai merangkai kata dan kalimat.


Kutipan ini membawa pesan menulislah jika engkau ingin dikenal orang banyak..

Keinginan kuat  ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan.  


 Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit       atau dari sederhana ke rumit) 

    Contoh: Buku Pelajaran

2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.

    Contoh: Buku Panduan

3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir.         Pola  ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan       bab yang dalam hal ini antarbab setara).


Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

1. Pratulis

2. Menulis Draf

3. Merevisi Draf

4. Menyunting Naskah

5. Menerbitkan


Langkah Pertama

 Pratulis


1. Menentukan tema

2. Menemukan ide

3. Merencanakan jenis tulisan

4. Mengumpulkan bahan tulisan

5. Bertukar pikiran

6. Menyusun daftar

7. Meriset

8. Membuat Mind Mapping

9. Menyusun kerangka


Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

1. Pengalaman pribadi

2. Pengalaman orang lain

3. Berita di media massa

4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

5. Imajinasi

6. Mengamati lingkungan

7. Perenungan

8. Membaca buku


Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;

4. Penemuan yang telah didapatkan.

5. Pemikiran yang telah direnungkan


Ibu Musiin mengatakan dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, dan beliau mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channelnya:

(https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)


Setelah menulis kerangka karangan langkah selanjutnya sudah jelas 

Anotomi Buku

1. Halaman Judul

2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3. Halaman Daftar Isi

4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang                berpengaruh)

5. Halaman Prakata

6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7. Bagian /Bab

8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9. Halaman Glosarium

10. Halaman Daftar Pustaka

 11. Halaman Indeks

12. Halaman Tentang Penulis


Langkah pertama

 Anotomi buku

1. Halaman judul

2. Halaman persembahan ( Opsional)


 Langkah kedua

Menulis Draf

1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide       dituliskan


Langkah ketiga

Merevisi Draf

1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

2. Memeriksa gambaran besar dari naskah


 Langkah keempat 

Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

1. Ejaan

2. Tata bahasa

3. Diksi

4. Data dan fakta

5. Legalitas dan norma


Hambatan-hambatan dalam menulis 


1. Hambatan waktu

2. Hambatan kreativitas

3. Hambatan teknis

4. Hambatan tujuan

5. Hambatan psikologis


 Cara mengatasi

 Banyak cara mengatasi hambatan untuk menulis.       

 1. Banyak membaca

2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait              dengan nara sumber.

3. Disiplin menulis setiap hari.

4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis        lagi (kebetulan saya hobi memasak)


Refleksi : Menulislah sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai maka 

 menulis akan menyenangkan dan menghilangkan stres.

Berpikirlah untuk menulis maka akan lahirlah buku, karena pikiran adalah doa.

Statemen closing: Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar.


Tetap semangat menulis.



RASA YANG TERCECER