Resume
Hari/tanggal: Senin 31 Jan 2022
Pemateri : Prof.Richardus Eko Indrajit
Moderator : Aam Nurhasanah
Topik : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Pertemuan ke 7, Gelombang 23 dan 24
Resume
Hari/tanggal: Senin 31 Jan 2022
Pemateri : Prof.Richardus Eko Indrajit
Moderator : Aam Nurhasanah
Topik : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Menulis Buku Dari Karya Ilmiah
Hari/tanggal: Jumat, 28 Januari 2022
Pemateri : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Moderator : Raliyanti
Topik : Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Kata bijak diatas memberi semangat bagiku di hari yang ke7 di kelas
BM bersama Om Jay.
Malam ini udara terasa dingin karena di kotaku sementara diguyur hujan, kendatipun
demikian tidak memupus semangatku untuk bersiap dimuka laptop. Sebelum pukul
20.00 wita atau pukul 19.00 wib saya sudah mengambil posisi yang nyaman dan
teramat santai sambil mengintip WAG, dan tibalah saatnya sapaan dari ibu
moderator yang memiliki nama lengkap bu Raliyanti memperkenalkan nara sumber
kita malam ini.
Selayang Pandang tentang narasumber
Pemilik nama Noralia Purwa Yunita , M.Pd beliau adalah seorang pengajar di
SMPN 8 Semarang, penulis, bloger dan sebelumnya beliau juga adalah peserta
kelas belajar menulis PGRI yang bukunya juga tembus di penerbit mayor Andi
Offset.
Bu Noralia akan membagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis
buku dari karya ilmiah,beliau sendiri alumni kelas menulis gelombang 8.
semenjak saat itu beliau menyukai dunia menulis dan sekarang beliau menulis
untuk mengisi salah satu rubrik di sebuah majalah.
Bu Noralia mengatakan
Berbicara masalah karya ilmiah, yakin dan pasti yang sudah menamatkan S1
pastinya berjuang dengan skripsi begitupun yang sudah melanjutkan lagi ke
jenjang S2, akan meningkat lagi dengan mengejakan tesis.
Begitupun setelah menjadi guru, kita dituntut untuk membuat satu jenis
karya imiah lagi( sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni PTK,best
pratice,makalah tinjauan ilmiah,artikel ilmiah semuanya dikerjakan hanya
sebatas untuk memenuhi tuntutan saja. Padahal, jika kita mengingat
perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit
pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan
psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai
menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Lantas, apakah
kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin,
hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang
mengetahuinya.
Akan
sangat disayangkan apabila informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI
dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja
di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak
dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan
solusi nyata.
Lantas bagaimana solusi nya? Ada satu solusi yang dinilai lebih
memberikan banyak manfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku.
Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara
lain.
A. Dapat dibaca oleh masyarakat awam
B. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat
kita peroleh
C. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat
menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK,
juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali
dayung 2 pulau terlampaui.
D. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca,
banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh
banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri
E. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah
menjadi buku.
Perbedaan format buku dan KTI pada umumnya:
format buku :
π judul
πkata pengantar
π prakata
π daftar isi
πisi buku
πdaftar Pustaka
π sinopsis
π profil penulis
Boleh ditambah daftar gambar, indeks,
format KTI pada umumnya :
πjudul
πlembar pengesahan
π kata pengantar
π halaman persembahan
πdaftar isi
π pendahuluan
π tinjauan Pustaka
π metode penelitian
π pembahasan
π kesimpulan
π daftar Pustaka
π lampiran
CARA KONVERSI KTI menjadi buku
A. Ubah judul
Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaki, dan panjang.
Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat.
Paling tidak maksimal 5-6 kata.
Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind
Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran
Kimia kelas X SMA".
Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :
" Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ".
lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah
yang telah dibuat
B. Ubah daftar isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan
masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman
2W+1H)
Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk
pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll
Bab 2 (APA) enjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari
metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan,
bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata
berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai
C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.
Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang
mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications,
collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan
mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang
notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang
cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat
menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak
penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika
yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.
D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja
E. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah
berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis,
karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan
pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin
oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah
satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus
mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena
apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.
F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi
seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya.
Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain
blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian
yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan
penelitian tersebut
H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan
ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit
I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak
hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis
ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat
yang ada di KTI asli.
Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti
hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang
sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self
plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang
ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.
Demikian materi yang menginspirasi malam ini, apa yang sudah dibagikan oleh Bu Noralia semoga dapat membantu saya dan banyak orang dalam berkarya.
Terimakasih atas berbagi pengalaman dan ilmunya.π
Ayo budayakan membaca dan menulis
Salam semangat
Kupang, 28 Januari 2022
Menulis Membuatku Naik Kelas
Hari/Tanggal : Rabu, 26 Januari 2022
Pertemuan : 5
Tema : Menulis Membuatku Naik Kela dan Berprestasi
Nara sumber : Aam Nurhasanah, S.Pd
Moderator : Dail Ma'ruf
Penulis : Yosefina Hoar Klau, S.Pd
" Kualitas bukanlah sebuah aksi, Melainkan sebuah kebiasaan." ( Aristoteles)Mulailah menulis dan menulis sampai menulis itu menjadi sebuah kebiasaan.Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya, sepertinya saya sudah dihipnotis dengan materinya Bu Me pada pertemuan ke 4 lalu. Memang sangat luar biasa Om Jay meramu menu yang disajikan pada group belajar menulis gelombang 23 dan 24. Seperti biasanya selalu ngintip WAG dan akhirnya tibalah saatnya moderator membuka dengan mengunci group pertanda sebentar lagi nara sumber akan memasuki ruang kelas . Tentunya saya semakin duduk manis dimuka laptop. Tepat pukul 20.00 Wita atau pukul 19.00 WIB moderator hebat Bapak Dail Ma'ruf memecah keheningan dengan menyapa peserta dan menyampaikan alur kegiatan malam ini, masih seperti biasa kita bagi 2 sesi : Pertama 19.00 -20:00 penyjian materi. Dan kedua 20:00 – selesai tanya jawab.Pak Dail memperkenalkan Nara Sumber kita malam ini...
https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html.
Bu Aam membuka pertemuan malam ini dengan menyampaikan ucapan terima kasih untuk Om Jay selaku Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia, yang telah menularkan virus ngeblog dan virus literasi, sehingga saya bisa berkembang dan mengupgrade ilmu yang di dapat.Nara sumber berkisah bahwa beliau awalnya orang biasa -biasa saja sebagai peserta yang bergabung di group PB gelombang 8. Beliau karena kurang fokus tertinggal membuat resume dan gagal pada gelombang 8 dan hampir menyerah. Namun beliau kembali memupuk semangat baru dan kembali bergabung di gelombang 12. Disinilah beliau menemukan kekuatan baru dan semangat baru untuk terus bangkit dan menulis resumeBu Aam mulai berkarir sebagi penulis antologi Di gelombang 12, buku antologi Semangat Menulis adalah buku pertama beliau.
Luar biasa Bu Aam memiliki segudang prestasi Nasional,
Setelah melangkah menjadi juara blog, saat ini beliau naik kelas menjadi Editor dan bekerja bersama Bu Kanjeng di Oase Pustaka . Bu Aam sangat luar biasa begitu banyak prestasi yang diukir dari menulis buku antologi dan menulis buku solo, blogger, editor , juri dan masih banyak lagi prestasi.
" Rajinlah Menulis Hingga KaryaMu Berbuah Manis."
Salam Literasi !!!
Tetap Semangat .
Mulailah menulis dan menulis
How
To Be the F1
Resume
Pertemuan : 4
Tema
: How To be the F1
Hari/tanggal : Senin, 24 januari 2022
Nara sumber :
Maesaroh, M.Pd
Moderator : Widya Setianingsih
Gelombang :
23
Malam
ini memasuki pertemuan ke 4, seperti biasa menanti chat di whats up group kelas menulis PGRI gelombang ke 23. Tepat pukul 20.00/
wita, pukul 19.00 Wib ibu Widya yang
adalah moderator ciantik menyapa peserta. Bu Widya menyampaikan kebanggannya bahwa malam
ini IA berkesempatan mendampingi nara
sumber hebat, yang adalah seorang bloger, motivator dan novelis. Seorang guru
muda multi talenta. The Queen of Diction. Ratu Diksi karena kepiawaiannya dalam
merangkai kata-kata indah sarat makna.
Beliau
adalah Ibu Maesaroh, M.Pd yang adalah nara sumber hebat, yang malam ini akan
membagikan ilmunya kepada peserta. Singkat perkenalan dari nara sumber beliau
memiliki nama panggung Blogger Milleneal dan nama penanya Maydearly beliau
berasal dari Provinsi Banten tepatnya dari Kota Lebak.
Bu Me mengapresiasi peserta belajar menulis gelombang 23 dan 24 yang begitu antusias
mengumpulkan resume terbanyak dalam satu malam seusai kegiatan berlangsung. Bu
Me…saya belum secepat teman-teman dalam menyelesaikan resume, saya terkendala
dengan waktu untuk itu saya mohon maaf.
Dalam penyajian materi Bu me membagikan trik cepat menulis resume gunakan alat gawai dengan cara :
ΓΌ Menyimak
materi dengan piranti digitall
ΓΌ Menulis
resume dengan laptop yang terhubung dengan WA WEB.
Sekilas Bu Me menceritakan
pengalamannya ketika berada digelombang 18 resume perdananya pada pertemuan
pertama ada dinomor 1, dan sangat menarik minat seluruh peserta di WAG menulis untuk
berselancar di blog beliau. Apa yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam blog
beliau berhasil dikunjungi oleh 220 viewers dengan 54 komentar positif, hal ini
menjadi kebanggan tersendiri bagi
seorang bloger pemula yang meluncurkan tulisan perdananya. Awal yang sangat
baik yang sangat memotivasi beliau untuk meluncurkan tulisan kedua dan
seterusnya. Bu Me sangat menginspirasi dan memotivasi kami peserta. Adapun trik yang diberikan beliau untuk menulis resume dengan benar.
Dalam menulis kita dapat mengamati materi nara sumber dengan baik ,kita boleh meniru bahasa dan modifikasi bahasa dari nara sumber menjadi bahasa sendiri (
ATM).
Jangan coppy paste bahasa
dari nara sumber namun kita menggunakan bahasa kita sendiri dengan memodifikasi
kata-kata nara sumber.
·
Hindari copy paste seluruh materi nara sumber
Kita
harus bisa membahasakan dengan kata-kata kita sendiri
·
Kembangkan materi yang disampaikan nara
sumbaer dengan relevan
Kita
bisa mengembangkan dengan relevansi sumber lain yang berhubungan dengan materi,
tentunya kita jangan keluar dari tema yang diberikan oleh nara sumber.
· Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume
atau tepatnya sebelum kalimat penutup.Kita
harus bisa membuat kesimpulan dari tulisan kita.
· Yang terpenting dalam me resume adalah
membuatnya dengan gaya bahasa sendiri agar tulisan kita memiliki seni yang
khas.
Mengapa kita harus menulis
resume dengan bahasa sendiri ? karena
tulisan setiap orang sejatinya memiliki karakter tersendiri. Bangsa kita
memiliki keragaman bahasa , maka bahasa yang baik, adalah bahasa yang
mempertahankan keindahan bahasannya sendiri. Tulislah apa yang kita senangi dan
apa yang kita mampu.
Untuk menjadi penulis yang
handal, kita harus mengatur pola pikir kita, karena menjadi penulis tentunya
memiliki tujuan utama agar tulisan kita ada yang baca.
1. Tanamkan sikap percaya diri.
Kita jangan mersa malu
ataupun merasa minder dengan tulisan kita, apapun hasilnya dari tulisan kita.
Kita harus merasa bangga bahwa sudah mulai menulis.
2. Siap
dengan segala kritikan.
Kendatipun tidak ada yang
memuji, tetap santai intinya bahwa sudah mulai menulis.
3. Bangunlah
tulisan diberbagai blog
Kita harus bisa memulai
untuk menulis di blog, apapun hasilnya. Kendatipun orang bosan dengan tulisan
kita, intinya kita sudah memulai menulis dan mulai menulis lama kelamaan akan
menjadi sempurna.
Semoga materi malam ini memberi motivasi untuk kita sebagai penulis pemula sehingga kita termotivasi untuk menulis dan menulis.
Satu kata pemungkas dari nara sumber hebat
Bu Me…
” Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan.”
Salam Sehat
Tetap semangat.
Yosefina Hoar Klau.
BLOG DAN YOUTUBE MENGANTARKANKU MENJADI GURU INSPIRATIF TERBAIK NASIONAL
RESUME
Pertemuan : 3
Materi :Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional
Nara Sumber : Rita Wati, S.Kom
Moderator : Rosminiyati, S.Pd
Salam Literasi…
Malam beranjak menjemput senja, langit mulai gelap ditemani rintik hujan yang
menetes menemani pekatnya malam. Sedih hatiku tatkala jaringan internetku bermasalah
sehingga saya tidak maksimal mengikuti kegiatan. Kendatipun demikian semangatku tidak
pupus dalam mengikuti pelatihan Belajar Menulis hari yang ke 3.
Pelatihan malam ini dibuka oleh Bunda Rosminiyati yang adalah moderator hebat, menyapa
peserta dan menyampaikan susunan kegiatan dan sekaligus memperkenalkan nara sumber yang
akan membawakan materi. Nara sumber malam ini adalah Bunda Rita Wati, S.Kom beliau
adalah seorang guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Jembarana provinsi Bali, Beliau
juga merupakan alumni gelombang 10 belajar menulis PGRI yang di prakarsai oleh Om Jay.
Kegiatan lain yang duitekuninya adalah curator,editor, narsum dan blogger dan youtuber. Pada
gelombang 16 Belajar Menulis beliau mulai diprercayakan menjadi narasumber.
Bu Rita berkisah awal mula ketertarikannya dengan menulis sebenarnya sudah cukup
lama sejak 2 dekade lalu tahun 2001 diawal beliau dibangku kuliah karena beliau bersahabat
dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku. Kata Bu Rita Mau menulis apa dan
bagaimana cara memulainya sehingga keinginan beliau tersebut hanya
terpendam tanpa dieksekusi.Waktu berjalan begitu cepat maka empat tahun kemudian di tahun
2005 keinginan beliau itu mulai menggebu kembali dan akhirnya beliau mulai menulis apa yang
ada dipikirannya dan berhasil menghasilkan beberapa cerpen ala beliau dan puncaknya ingin
membuat novel dan berhasil sebanyak 80 halaman. Akan tetapi rasa tidak percaya diri masih
menyelimuti beliau sehingga tulisannya masih diendapkan di Hidden folder dan pada akhirnya
beliau men-judge diri sendiri dengan tulisan Kamu tidak berbakat menjadi penulis. Lama Bu
Rita tidak menghiraukan tentang tulisan.
Pandemi melanda seluruh belahan dunia dan tidak ketinggalan Indonesia. Saat itu
semua menjadi berubah dan Beliau sudah lama mengetahui group menulis Om Jay, awalnya Bu
Rita tidak pernah tertarik. Baru pada saat gelombang ke 10, beliau coba-coba bergabung
dan ikutan dalam group menulis. Pertemuan 1-5 beliau berkisah hanya sekedar membuat resume
untuk mengerjakan tugas, lanjutnya pada pertemuan ke 6 beliau baru berpikir bagaimana
cara membuat resume yang menarik tidak hanya copy paste melainkan hasil olah kata sendiri.
Sejak saat itu kata beliau semangat menulisnya semakinmenggebu-gebu hingga selesai 30 kali
pertemuan dan beliau diajak untuk menjadi curator oleh Bu Kanjeng. Berawal dari sini beliau
semakin semangat untuk menulis dan menghasilkan beberapa buku antologi maupun buku solo.
Satu cita-cita beliau sewaktu mengikuti kelas belajar menulis adalah ingin menerbitkan buku
solo telah terwujud.
Pandemi membawah berkah bagi Bu Rita , beliau tidak hanya menjadi penulis saja
melainkan beliau juga seorang blogger dan Yotuber kendatipun awalnya bukanlah seorang
blogger juga bukan seoran youtuber. Akan tetapi keadan yang memaksa untuk pembelajaran
harus dilaksanakan dari rumah masing –masing/ PJJ maka dari situlah beliau mulai menulis
materi ke dalam blog dan membuat tutorial pembelajaran kedalam youtube. Dan inilah yang
Menjadikan Bu Rita seorang blooger dan youtuber, Beliau menghasilkan beberapa konten
pembelajaran dan dari konten materi pembelajaran inlah yang menghantarkan bu Rita menjadi
seorang pemenang terbaik di kanca Nasional.
Kisah dibalik seorang Bu Rita, sangat menginspirasi banyak orang. Malam ini beliau
menghipnotis peserta pelatihan sehingga peserta antusias dalam bertanya tentang blog dan
youtube , sayapun berjanji dengan diri sendiri untuk lebih giat menulis di blog dan
berusaha untuk menata tampilan blog saya agar lebih menarik dan saya intens membuat konten,
semoga dengan kebersamaan kita di group Belajar menulis kita bisa saling mensuport.
Adapun hal menarik yang saya dapati dari Bu Rita adalah
“Bila anda serius menulis maka tunggu saja kejutan yang akan hadir”
dan pesan terakhir dari beliau : “Long life Leaner”.
Salam Literasi
Tetap Semangat πͺ
Yosefina H.Klau.π
Menjadikan
Menulis sebagai Passion
Hari/ Tanggal
: Rabu, 19 Januari 2022
Pemateri : Dra. Sri Sugiastuti,
M.Pd
Moderator
: Helwiyah
Topik
: Menjadikan Menulis
Sebagai Passion
Resume ke
: 2 ( Dua )
Gelombang
: 23
Salam Literasi...
" Beberapa orang memimpikan kesuksesannya, sementara yang
lainnya bangun setiap
pagi untuk mewujudkan mimpinya"." Wayne Huizenge"
Malam ini terasa sangat menggembirakan hati, malam kedua saya harus duduk manis
dimuka laptop acerku untuk menyimak materi dari nara sumber hebat
pada pertemuan
kedua pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 23.
Untuk menjadi penulis hebat, sering-sering mengisi bahan bakar
kita dengan membaca buku-buku hebat. Agar motivasi kita selalu terbakar dan
menyala.
Materi mala mini, akan menginspirasi kita untuk konsisten menulis
dan menjadi penulis yang kreatif.
Mari berkenalan dengan nara sumber hebat hari
ini.
Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd yang biasa disapa bunda kanjeng, Beliau
seorang Blogger, Guru pegiat litersi dan pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah.
Beliau menamatkan studi S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS dan S2 di UMS.
Bunda Kanjeng memiliki motto: Bersemangat menggapai ridha Allah dengan
berbagi dan sulahturahmi.
Writing
is My Passion
Berbicara tentang gairah, tentunya setiap kita memiliki rasa itu. Satu
ketika saya diperhadapkan pada situasi yang sangat-sangat menggairahkan apa
yang harus saya lakukan? Saya akan melakukan segala cara agar gairah saya itu
dapat tersalurkan. Begitupun malam ini, Bunda kanjeng memilih tema Writing is
my passion? Karena sutu gairah itu tidak akan pernah padam. Bunda kanjeng
menggiring peserta untuk memiliki gairah menulis dan menulis, Karena orang yang
memiliki gairah biasanya kreatif, penuh semangat dan selalu bahagia karena
memiliki banyak harapan Yang paling terpenting Bapak/ibu hebat harus bangga
dengan potensi diri yang dimiliki.
Ketika kita hadir didunia, kita adalah pemenang. Sudah diberi
talenta dan akal sehat, tinggal kita mengasah dan melejitkan potensi tersebut.
Luar biasa motivasi dari Bunda kanjeng.
Mengapa Menulis Menjadi Passion yang menjanjikan?
·
Kemampuan menulis
dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.
· Hingga hari ini, profesi
penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara
sosial.
Kendala Dan Hambatan
· π Merasa tidak bakat menulis
Seorang penulis pemulis terkadang merasakan hal
itu, memulai menulis dengan rasa pesimis atau tidak yakin dan akhirnya malas
dan putus asa akhirnya mengulang dari awal.
· π Tidak memiliki waktu untuk menulis
Tergantung bagaimana kita memanajemen waktu,
setiap orang memiliki kesibukan yang berbeda. Kita menulis bukan karena ada
waktu tetapi kita menyediakan waktu untuk menulis.lama kelamaan menjadi satu
kebiasaan yang terpola.
· πTidak memiliki ide
Alasan klasik yang selalu menghantui penulis pemula
adalah tidak adanya ide. Sepereti yang sudah disampaikan oleh Om Jay pada
materi hari pertama bahwa ide bisa ad dimana saja, dari apa yang kita rasakan,
kita lihat dan kita tau dapat kita tuangkan dalam tulisan, semua kembali kepada
kita apakah ada gairah untuk menulis atau tidak.
· π Tidak mau dikritik
Terkadang orang tidak ingin dikritik, ternyata
kritik adalah sarana untuk kita dapat merefleksi diri, merubah diri karna
kritik itu sendiri adalah bagian dari penilaian seseorang atau kelompok yang
justru akan mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemampuan diri kita untuk
memperbaiki kesalahan dan kembali menjadi yang terbaik.
· π Tidak suka menulis
Pada hakekatnya menulis adalah menyampaikan
pesan secara simbolik yang dituangkan dalam tulisan,namun terkadang orang tidak
suka menulis, Kenyataannya manusia tidak
lepas dari menulis yang membedakan adalah tujuan dari menulis tersebut.
Materi malam ini sangat bermanfaat bagi kita
penulis pemula, dari apa yang dipaparkan oleh Bunda Kanjeng bagaimana kita
memulai menulis dan mengatasi kendala tersebut diatas melalui kata mengapa.
“Mengapa”?
Alasan untuk kita Menulis
· πMengapa kita menulis ?
Lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai,visi dan misi hidup kita didunia
· π Bagaimana cara kita menulis ?
Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses.
· π Kapan Kita mulai menulis?
Secepatnya kita harus niatkan untuk membuat
karya yang asli dari diri kita.
Motivasi menulis: hadis Nabi yang mengatakan “ Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain ( Khoirunnas anfa’ uhum linnas).
Memotivasi diri dengan menggairahkan diri
untuk mulai menulis dan menulis.
Langkah-Langkah Menjadi Penulis Yang Baik
· π Read : Untuk menjadi seorang penulis yang baik , kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general(umum) maupun spesifik(misalnya sesuai sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita. Sehingga tidak ada alas an untuk kita tidak membaca karena dengan membaca pengetahuan kita tentang menulis akan bertumbuh dan terasah karena ide akan muncul seiring dengan tulisan-tulisan yang kita sudah baca sebelumnya.
· π Discuss : hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kit abaca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.
· π Look & feel : Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.
· πSocialize : Berapa banyak pengetahuan,pengalaman dan kisah orang lain yang
dapat kita serap.
Writing Preparation
Pada tahap ini , bagaiman penulis mempersiapkan diri saat menulis ?
·
Menggali dan menemukan
gagasan/ ide
Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.
·
Menentukan tujuan , genre,dan
segmen pembaca.
Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisa yang kita hasilkan akan marketable.
·
Menentukan Topik
Misalnya tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan popular. Jika sasarannya adalah orang tua (manula) maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topic “ Hidup sehat di usia senja”
·
Membuat outline
Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis,kesetaraan struktur,kepaduan dan penekanan dapat dikatakan bahwa pesan yang akan disampaikan seorang penulis harus runtut atau berkesinambungan.
·
Penulis wajib membaca
banyak buku
Sumber bacaan lain untuk
memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau
gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topic, maka bahan
bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topic yang sudah ditentukan.
Menulis itu harus sabar
Disaat memulai menulis
munculkan semangat dan jangan ada keraguan, focus pada ketentuan dalam prose
menulis.
Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berpikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.
Tak terasa waktu 2 jam begitu cepat berlalu, dan kini tibalah saatnya untuk Bunda Kanjeng menyampaikan Clossing Statementnya :
Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak adad yang mau membaca. Tetaplah berada di komunitas Literasi. Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.
Luar biasa materi malam ini,
menambah wawasan serta pengetahuan sebagai penulis pemula agar tetap bergairah
untuk mulai menulis dan menulis.
Salam sehat
Tetap semangat
Salam Literasi.