Senin, 31 Januari 2022

Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

                              


Resume 

Hari/tanggal: Senin 31 Jan 2022                              

Pemateri      : Prof.Richardus Eko Indrajit       

Moderator   : Aam Nurhasanah

Topik            : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu


                                                   Pertemuan ke 7, Gelombang 23 dan 24

Salam Literasi !

 Menjadi seorang yang memiliki kreativitas tinggi
   memang tidak gampang, memerlukan waktu dan
     kebiasaan untuk mengasahnya agar menjadi
                   makin tajam .

             Menulis  bagi sebagian orang adalah hal yang tidak gampang, memerlukan kreativitas tinggi dan memerlukan waktu dan kebiasaan. Kata bijak diatas  sangat  memotivasi saya untuk bergegas menyiapkan diri, menuju ke laptop dan mengintip WAG kelas BM. Tak lama berselang moderator hebat Bunda Aam Nurhasanah membuka pertemun malam ini dengan memperkenalkan nara sumber kita malam ini.

Mari berkenalan dengan nara sumber super hebat kita.

Nara sumber hebat bernama lengkap Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.,MBA.,Ma.,M.Phil.,M.Si (Lahir di Jakarta , 24 Januari 1969) atau sering disapa Eko Indrajit adalah seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita .

           Bu Aam berkisah bahwa beliau adalah salah satu alumni gelombang 12 yang merasakan sensasi duet kolaborasi dengan Prof.Ekoji. Kata Bu Aam bahwa beliau serasa mimpi melihat buku-bukunya terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia.
                    Ini sebagian buku-buku bu Aam.



               
                      Bu Aam mempersilahkan Prof. Eko untuk memasuki ruangan kelas BM ,untuk menyampaikan materi. Beliau membuka dengan berkisah bahwa beliau mulai senang menulis itu semenjak tahun 1999, ketika berusia 30 tahun. Karena atas desakan dari para mahasiswa untuk beliau menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998. Lanjut beliau, dari mana saya mulai mendapatkan ide menulis ? Yang Prof.Eko Lakukan adalah ;
Beliau pergi keperpustakaan, mencari buku-buku bahasa Inggris yang berisi ilmu mengenai IT, dan membacanya. Setip beliau menemukan satu gambar yang menarik, beliau meringkas isinya dan disampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Biasanya satu artikel beliau menjelaskan mengenai satu gambar diagram dalam 3-5 halama. Setelah kurang lebih 3 bulan, tak terasa beliau telah menulis mengenai 50 diagram atau 50 artikel. Dari iseng- iseng saja merangkumnya menjadi satu buku bunga rampai ( campuran artikel seputar IT) dan mengirimkannya ke Gramedia. Ternyata bukunya beliau diborong banyak orang, setelah peristiwa itu, prof. Eko menjadi ketagihan menulis.
Buah dari menulis adalah Beliau dipanggil kesana kemari untuk mengisi seminar di kota-kota di Indonesia. Akhirnya semenjak tahun 2000 Prof. Eko konsisten menulis buku. 

                   Prof. Eko banyak menginspirasi,  peristiwa masa lalu beliau dijadikan sumber inspirasi untuk menyusun buku bersama guru-guru selama masa pandemi, bukan hanya itu saja bahkan beliau berdiskusi dengan para mahasiswanya  yang sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk protes dari komunitas programer dunia atas dominasi Microsoft yang harus berbayar mahal . terbentuklah group menulis diantara mahasiswa yang tergabung dan diminta untuk setiap mahasiswa menulis satu buku sesuai keahlian mereka, dan beliau sendiri yang menjadi editornya dan bukunya diterbitkan.


                    Prof. Eko mengatakan  Setelah itu , beliau pun semakin ketagihan menulis, karena merasa begitu besar manfaatnya bagi masyarakat. Selain Elexmedia Komputindo dan Penerbit ANDI, beliaupun mulai menulis di penerbit lain seperti Grasindo, dan lain sebagainya.
Perkenalan Prof. Eko  dengan teman-teman di Penerbit ANDI Yogyakarta dimulai dengan acara bedah buku yang berjudul E-Business. Di situ beliau belajar banyak dari mereka bagaimana caranya membuat buku yang laku di pasaran. Pada saat itulah beliau berguru dengan Penerbit ANDI untuk tulisan-tulisan berikutnya. 

                    Prof. eko masih berkisah bahwa saat ayah beliau pensiun, ayahNya ingin sekali mendarmabaktikan pengalamannya bekerja sebagai ahli logistik dengan cara menerbitkan buku. Akhirnya beliau berduet bersama ayah  menyusun buku. Lahirlah buku-buku fenomenal terbitan berbagai penerbit mayor seperti: supply chain management, manajemen persediaan, manajemen outsourcing, manajemen e-procurement, dan business process reengineering.
 Kecintaan Ayah dan anak  akan dunia perguruan tinggi melahirkan pula dua buku, yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Moderen dan Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

                   
Langkah- langkah untuk menjadi penulis buku mayor dalam waktu 2 minggu :
                    
πŸ‘‰Langkah pertama, kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.
πŸ‘‰Langkah kedua, tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam 
πŸ‘‰ Langkah ketiga, strukturkan pembahasan tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).
πŸ‘‰ Langkah keempat, memperlihatkan draftnya  agar dapat  diteliti dan komentari.
πŸ‘‰Langkah kelima, guru diminta terkait MEMPERKAYA pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. akan diajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.

               Dari kelima langkah ini dilakukan dalam 2-4 minggu, apapun hasilnya diminta untuk diberikan tulisan ini ke Prof.eko diakhir bulan.Setelah jadi buku (biasanya beliau minta minimal 100 halaman ) dan akan diserahkan draft kepenerbit Andi Jogjakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANEL ACADEMY. Melalui tahapan ini biasanya 1-2 bulan kemudian, rombongan guru-guru yang menulis aka mendapat pengumuman terkait SIAPA SAJA YANG BUKUNYA DIPUTUSKAN UNTUK DITERBITKAN dengan revisi minor,atau dengan revisi mayor.Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik ( keduanya sama-sama prestis).

Melalui tahapan yang didsampaikan oleh Prof. Eko para peserta kelas BM diberi kesempatan untuk menulis buku mayor  pada FEBRUARI ROMANTIS.

                Nara sumber yang hebat yang sangat menginspirasi, memberi tantangan untuk Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu . 


Semangat πŸ’ͺπŸ’              





Jumat, 28 Januari 2022

Menulis Buku Dari Karya Ilmiah

 Menulis  Buku Dari Karya Ilmiah

Hari/tanggal:  Jumat, 28 Januari 2022

Pemateri      : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Moderator   : Raliyanti

Topik            : Menulis Buku dari Karya Ilmiah


Pertemuan ke 6, Gelombang 23 dan 24


 Salam Literasi !

  "Sedikit kemajuan setiap hari
        di dalam dirimu menambah
          sesuatu hingga hasil yang besar "


Kata bijak diatas memberi semangat bagiku di hari yang ke7 di kelas BM bersama Om Jay.

Malam ini udara terasa dingin karena di kotaku sementara diguyur hujan, kendatipun demikian tidak memupus semangatku untuk bersiap dimuka laptop. Sebelum pukul 20.00 wita atau pukul 19.00 wib saya sudah mengambil posisi yang nyaman dan teramat santai sambil mengintip WAG, dan tibalah saatnya sapaan dari ibu moderator yang memiliki nama lengkap bu Raliyanti memperkenalkan nara sumber kita malam ini. 

Selayang Pandang tentang narasumber

Pemilik nama Noralia Purwa Yunita , M.Pd  beliau adalah seorang pengajar di SMPN 8 Semarang, penulis, bloger dan sebelumnya beliau juga adalah peserta kelas belajar menulis PGRI yang bukunya juga tembus di penerbit mayor Andi Offset.

Bu Noralia  akan membagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah,beliau sendiri alumni kelas menulis gelombang 8. semenjak saat itu beliau menyukai dunia menulis dan sekarang  beliau menulis untuk mengisi salah satu rubrik di sebuah majalah.

Bu Noralia mengatakan 

Berbicara masalah karya ilmiah, yakin dan pasti yang sudah menamatkan S1 pastinya berjuang dengan skripsi begitupun yang sudah melanjutkan lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi dengan mengejakan tesis.

Begitupun setelah menjadi guru, kita dituntut untuk membuat satu jenis karya imiah lagi( sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni PTK,best pratice,makalah tinjauan ilmiah,artikel ilmiah semuanya dikerjakan hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan saja. Padahal, jika kita mengingat perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

 Lantas, apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin, hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya. 

Akan sangat disayangkan apabila informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata.

  Lantas bagaimana solusi nya? Ada satu solusi yang dinilai lebih memberikan banyak manfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku.

  Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara lain. 

A. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

B. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

C. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.

D. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri

E. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.

Perbedaan  format buku dan KTI pada umumnya:

 format buku :

πŸ‘‰ judul

πŸ‘‰kata pengantar

πŸ‘‰ prakata

πŸ‘‰ daftar isi

πŸ‘‰isi buku

πŸ‘‰daftar Pustaka

πŸ‘‰ sinopsis

πŸ‘‰ profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks,

 format KTI pada umumnya :

πŸ‘‰judul

πŸ‘‰lembar pengesahan

πŸ‘‰ kata pengantar

πŸ‘‰ halaman persembahan

πŸ‘‰daftar isi

πŸ‘‰ pendahuluan

πŸ‘‰ tinjauan Pustaka

πŸ‘‰ metode penelitian

πŸ‘‰ pembahasan

πŸ‘‰ kesimpulan

πŸ‘‰ daftar Pustaka

πŸ‘‰ lampiran

 CARA KONVERSI KTI menjadi buku

A. Ubah judul

Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah,  kaki, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata. 

Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA".

Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :

" Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ".

lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat

B. Ubah daftar isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll

Bab 2 (APA) enjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

 Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul 

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai

 C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.

 Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

 D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja

 E. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

 F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

 G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

 H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit

 I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. 

Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku

 Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Demikian materi yang menginspirasi malam ini, apa yang sudah dibagikan oleh Bu Noralia semoga dapat  membantu saya dan banyak orang dalam berkarya.

Terimakasih atas berbagi pengalaman dan ilmunya.πŸ™


 Ayo budayakan membaca dan menulis

Salam semangat

Kupang, 28 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022

MENULIS MEMBUATKU NAIK KELAS

 

Menulis Membuatku Naik Kelas


Resume          :

Hari/Tanggal  : Rabu, 26 Januari 2022

Pertemuan      :  5

Tema               : Menulis Membuatku Naik Kela dan Berprestasi

Nara sumber  : Aam Nurhasanah, S.Pd

Moderator      : Dail Ma'ruf

Penulis           : Yosefina Hoar Klau, S.Pd


          " Kualitas bukanlah sebuah aksi, Melainkan sebuah kebiasaan." ( Aristoteles)Mulailah menulis dan menulis sampai menulis itu menjadi sebuah kebiasaan.Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya, sepertinya saya sudah dihipnotis dengan materinya  Bu Me pada pertemuan  ke 4 lalu. Memang sangat luar biasa Om Jay meramu menu yang disajikan  pada group belajar menulis gelombang  23 dan 24. Seperti biasanya selalu ngintip WAG  dan akhirnya tibalah saatnya moderator membuka dengan mengunci group pertanda sebentar lagi nara sumber akan memasuki ruang  kelas . Tentunya saya semakin duduk manis dimuka laptop. Tepat pukul 20.00 Wita atau pukul 19.00 WIB moderator hebat Bapak Dail Ma'ruf memecah keheningan dengan menyapa peserta dan menyampaikan alur kegiatan malam ini, masih seperti  biasa kita bagi 2 sesi : Pertama 19.00 -20:00 penyjian  materi. Dan kedua 20:00 – selesai tanya jawab.Pak Dail memperkenalkan Nara Sumber kita malam ini...

      

Nara sumber berparas cantik memiliki nama  Aam Nurhasanah, S.Pd. Lahir di Cipanas, tanggal 
 12 Agustus 1988. Menempuh mas pendidikan mulai dari SD Negeri Bintangresmi 02, SMP Negeri 1
 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, Kuliah S1 di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, Prodi
 DIKSATRASIADA dan lulus tahun 2012. Saat ini menjadi Kepala Sekolah di SMPS MATHLAUL
 HIDAYAH CIPANAS ( SMPS MAHIDA) di Cipanas Lebak.Guru Inspiratif yang senang berbagi dan
 menginspirasi, beliau memiliki segudang prestasi Nasional.

https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html.

                          

Bu Aam membuka pertemuan malam ini dengan menyampaikan ucapan terima kasih untuk Om Jay selaku Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia, yang telah menularkan virus ngeblog dan virus literasi, sehingga saya bisa berkembang dan mengupgrade ilmu yang di dapat.Nara sumber  berkisah  bahwa beliau awalnya orang biasa -biasa saja  sebagai peserta yang bergabung di group PB gelombang  8. Beliau karena kurang fokus tertinggal membuat resume dan gagal pada gelombang 8 dan hampir menyerah. Namun beliau kembali memupuk semangat baru dan kembali bergabung di gelombang 12. Disinilah beliau menemukan kekuatan baru dan semangat baru untuk terus bangkit dan menulis resumeBu Aam mulai berkarir sebagi penulis antologi Di gelombang 12, buku antologi Semangat Menulis adalah buku pertama beliau.

 


Dan setelah buku antologi, lahirlah buku solo perdananya bu Aam.

                  

Luar biasa Bu Aam memiliki segudang prestasi Nasional, 

             

 Setelah melangkah menjadi juara blog, saat ini beliau  naik kelas menjadi Editor dan bekerja bersama Bu Kanjeng di Oase Pustaka . Bu Aam sangat luar biasa begitu banyak prestasi yang diukir dari menulis buku antologi dan menulis buku solo, blogger, editor , juri dan masih banyak lagi prestasi.

                   


 Bu Aam  memberikan bukti nyata dengan begitu banyak menghasilkan karya  yang  ditulis dan mengukir prestasi dikanca Nasionnal, sehingga dengan mudah  bisa mengajak teman-teman guru dan keluarga  (anak-anak) untuk menulis. Nara sumber yang super hebat sangat  mengisnpirasi.Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa,Menulis buku bukan soal kemampuan namun soal niat yang harus kita tanamkan, jika fokus untuk menulis tiap hari dan jangan jadikan beban tetapi jadikan kebutuhan. Dan juga  jadikan menulis  sebagai passion atau gairah yang terus berkobar setiap hari yang terus membangkitkan semangat berkarya untuk mengukir keberhasilan. 

" Rajinlah Menulis Hingga KaryaMu Berbuah Manis."


Salam Literasi !!!

Tetap Semangat .


Mulailah menulis dan menulis 

HOW TO BE the F1

 

How To Be the F1

   

      

   Resume

Pertemuan        : 4

Tema                : How To be the F1

Hari/tanggal     : Senin, 24 januari 2022

Nara sumber     : Maesaroh, M.Pd

Moderator        : Widya Setianingsih

 Gelombang      : 23

 

Malam ini memasuki pertemuan ke 4, seperti biasa menanti chat di whats up group kelas menulis PGRI gelombang ke 23. Tepat pukul 20.00/ wita, pukul 19.00 Wib  ibu Widya yang adalah moderator ciantik menyapa peserta.  Bu Widya menyampaikan kebanggannya bahwa malam ini IA  berkesempatan mendampingi nara sumber hebat, yang adalah seorang bloger, motivator dan novelis. Seorang guru muda multi talenta. The Queen of Diction. Ratu Diksi karena kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata indah sarat makna.

Beliau adalah Ibu Maesaroh, M.Pd yang adalah nara sumber hebat, yang malam ini akan membagikan ilmunya kepada peserta. Singkat perkenalan dari nara sumber beliau memiliki nama panggung Blogger Milleneal dan nama penanya Maydearly beliau berasal dari Provinsi Banten tepatnya dari Kota Lebak.

Bu Me mengapresiasi peserta belajar menulis gelombang 23 dan 24 yang begitu antusias mengumpulkan resume terbanyak dalam satu malam seusai kegiatan berlangsung. Bu Me…saya belum secepat teman-teman dalam menyelesaikan resume, saya terkendala dengan waktu untuk itu saya mohon maaf.

Dalam penyajian materi Bu me  membagikan trik cepat menulis resume gunakan alat gawai dengan cara :

ΓΌ  Menyimak materi dengan piranti digitall

ΓΌ  Menulis resume dengan laptop yang terhubung dengan WA WEB.

 Apabila kita menulis resume tercepat dan kita menempatkan diurutan teratas besar kemungkinan kita akan memiliki banyak pengunjung yang memberi motivasi dengan mengomentari resime kita.

Sekilas Bu Me menceritakan pengalamannya ketika berada digelombang 18 resume perdananya pada pertemuan pertama ada dinomor 1, dan sangat menarik minat seluruh peserta di WAG menulis untuk berselancar di blog beliau. Apa yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam blog beliau berhasil dikunjungi oleh 220 viewers dengan 54 komentar positif, hal ini menjadi kebanggan tersendiri      bagi seorang bloger pemula yang meluncurkan tulisan perdananya. Awal yang sangat baik yang sangat memotivasi beliau untuk meluncurkan tulisan kedua dan seterusnya. Bu Me sangat menginspirasi dan memotivasi kami peserta. Adapun trik yang diberikan beliau untuk menulis resume dengan benar.

                                     


         ·          Amati materi dari nara sumber dengan baik

  Dalam menulis kita dapat mengamati  materi nara sumber dengan baik ,kita boleh    meniru bahasa dan modifikasi bahasa dari nara sumber menjadi bahasa sendiri ( ATM).

        ·         Modifikasi materi yang diberikan nara sumber

Jangan coppy paste bahasa dari nara sumber namun kita menggunakan bahasa kita sendiri dengan memodifikasi kata-kata nara sumber.

·         Hindari copy paste seluruh materi nara sumber

Kita harus bisa membahasakan dengan kata-kata kita sendiri

·         Kembangkan materi yang disampaikan nara sumbaer dengan relevan

Kita bisa mengembangkan dengan relevansi sumber lain yang berhubungan dengan materi, tentunya kita jangan keluar dari tema yang diberikan oleh nara sumber.

·  Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume atau  tepatnya sebelum kalimat penutup.Kita harus bisa membuat kesimpulan dari tulisan kita.

·       Yang terpenting dalam me resume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri agar tulisan kita memiliki seni yang khas.

Mengapa kita harus menulis resume  dengan bahasa sendiri ? karena tulisan setiap orang  sejatinya    memiliki karakter tersendiri. Bangsa kita memiliki keragaman bahasa , maka bahasa yang baik, adalah bahasa yang mempertahankan keindahan bahasannya sendiri. Tulislah apa yang kita senangi dan apa yang kita mampu.

Untuk menjadi penulis yang handal, kita harus mengatur pola pikir kita, karena menjadi penulis tentunya memiliki tujuan utama agar tulisan kita ada yang baca.

  Adapun trik yang disampaikan oleh nara sumber bagi penulis pemula untuk diperhatikan :


1.    Tanamkan sikap percaya diri.

Kita jangan mersa malu ataupun merasa minder dengan tulisan kita, apapun hasilnya dari tulisan kita. Kita harus merasa bangga bahwa sudah mulai menulis.

2.    Siap dengan segala kritikan.

Kendatipun tidak ada yang memuji, tetap santai intinya bahwa sudah mulai menulis.

3.    Bangunlah tulisan diberbagai blog

Kita harus bisa memulai untuk menulis di blog, apapun hasilnya. Kendatipun orang bosan dengan tulisan kita, intinya kita sudah memulai menulis dan mulai menulis lama kelamaan akan menjadi sempurna.

 Yang menjadi acuan untuk kita penulis pemula untuk memotivasi kita adalah mulailah menulis dan menulis. Menulislah dengan gaya sendiri jika terasa sulit kuncinya adalah  menulis dan teruslah menulis semakin sering semakin terampil menulislah dengan kekhasan , sampai orang mencari tulisanmu… Kata nara sumber hebat Bu Me.

Semoga materi malam ini memberi motivasi untuk kita sebagai penulis pemula sehingga  kita termotivasi untuk menulis dan menulis.

 

     Satu kata pemungkas dari nara sumber hebat Bu Me…

Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan.”

 

 Teruslah menulis

Salam Sehat

Tetap semangat.

 

Yosefina Hoar Klau.

 


Sabtu, 22 Januari 2022

BLOG DAN YOUTUBE MENGANTARKANKU MENJADI GURU INSPIRATIF TERBAIK NASIONAL

 BLOG DAN YOUTUBE MENGANTARKANKU MENJADI GURU INSPIRATIF TERBAIK NASIONAL


RESUME

Pertemuan      : 3

Materi             :Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Nara Sumber  : Rita Wati, S.Kom

Moderator      : Rosminiyati, S.Pd

                                                                   


Salam Literasi…

         Malam beranjak menjemput senja, langit mulai gelap ditemani rintik hujan yang 

menetes menemani pekatnya malam. Sedih hatiku tatkala jaringan internetku bermasalah 

sehingga saya tidak maksimal mengikuti kegiatan. Kendatipun demikian semangatku tidak 

pupus dalam mengikuti pelatihan Belajar Menulis hari yang ke 3.

        Pelatihan malam ini dibuka oleh Bunda Rosminiyati yang adalah moderator hebat, menyapa 

peserta dan menyampaikan susunan kegiatan dan sekaligus memperkenalkan nara sumber  yang 

akan membawakan materi. Nara sumber malam ini adalah Bunda Rita Wati, S.Kom beliau

  adalah seorang guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Jembarana provinsi Bali, Beliau 

juga merupakan alumni gelombang 10 belajar menulis PGRI yang di prakarsai oleh Om Jay.

 Kegiatan lain yang duitekuninya adalah curator,editor, narsum dan blogger dan youtuber. Pada 

gelombang 16 Belajar Menulis beliau mulai diprercayakan menjadi narasumber.


        Bu Rita  berkisah awal mula ketertarikannya dengan menulis sebenarnya  sudah cukup 

lama sejak 2 dekade lalu tahun 2001 diawal beliau  dibangku kuliah karena beliau bersahabat 

dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku. Kata Bu Rita  Mau menulis apa dan 

bagaimana cara memulainya sehingga keinginan beliau tersebut hanya 

terpendam tanpa dieksekusi.Waktu berjalan begitu cepat maka empat tahun kemudian di tahun 

2005 keinginan beliau itu mulai menggebu kembali dan akhirnya beliau mulai menulis apa yang 

ada dipikirannya dan berhasil menghasilkan beberapa cerpen ala beliau dan puncaknya ingin 

membuat novel dan berhasil sebanyak 80 halaman. Akan tetapi rasa tidak percaya diri masih 

menyelimuti beliau sehingga tulisannya masih diendapkan di Hidden folder dan pada akhirnya

 beliau men-judge diri sendiri dengan tulisan Kamu tidak berbakat menjadi penulis. Lama Bu 

Rita  tidak menghiraukan tentang tulisan.


               Pandemi melanda seluruh belahan dunia dan tidak ketinggalan Indonesia. Saat itu  

semua menjadi berubah dan  Beliau sudah lama mengetahui group menulis Om Jay, awalnya Bu 

Rita  tidak pernah tertarik. Baru pada saat gelombang ke 10, beliau coba-coba bergabung

 dan ikutan dalam group menulis. Pertemuan 1-5 beliau berkisah hanya sekedar membuat resume 

 untuk mengerjakan tugas, lanjutnya pada pertemuan ke 6 beliau baru berpikir bagaimana 

cara membuat resume yang menarik tidak hanya copy paste melainkan hasil olah kata sendiri. 

Sejak saat itu kata beliau semangat menulisnya semakinmenggebu-gebu hingga selesai 30 kali 

pertemuan dan beliau diajak untuk menjadi curator oleh Bu Kanjeng. Berawal dari sini beliau 

semakin semangat untuk menulis dan menghasilkan beberapa buku antologi maupun buku solo. 

Satu cita-cita beliau sewaktu mengikuti kelas belajar menulis adalah ingin menerbitkan buku 

solo telah terwujud.


              Pandemi membawah berkah bagi Bu Rita , beliau  tidak hanya menjadi penulis saja

 melainkan  beliau juga  seorang blogger  dan Yotuber kendatipun awalnya bukanlah seorang 

blogger juga bukan seoran youtuber. Akan tetapi keadan yang memaksa  untuk pembelajaran 

harus dilaksanakan dari rumah masing –masing/ PJJ  maka dari situlah beliau mulai menulis 

materi ke dalam blog dan membuat tutorial pembelajaran kedalam youtube. Dan inilah yang 

Menjadikan Bu Rita  seorang blooger dan youtuber, Beliau menghasilkan beberapa konten 

pembelajaran  dan dari konten materi pembelajaran inlah yang  menghantarkan bu Rita menjadi

 seorang pemenang terbaik di kanca Nasional.


            Kisah dibalik seorang Bu Rita, sangat menginspirasi banyak orang.  Malam ini beliau 

menghipnotis peserta pelatihan  sehingga  peserta antusias dalam bertanya tentang   blog dan 

youtube , sayapun berjanji dengan diri sendiri untuk lebih giat menulis di blog dan 

berusaha untuk menata tampilan blog saya agar lebih menarik dan  saya intens membuat konten,

 semoga dengan kebersamaan kita di group Belajar menulis kita bisa saling mensuport.

 Adapun hal menarik yang saya dapati dari Bu Rita adalah 

“Bila anda serius menulis maka tunggu saja kejutan yang akan hadir” 

dan pesan terakhir dari beliau : “Long life Leaner”.


Salam Literasi 

Tetap Semangat πŸ’ͺ

Yosefina H.Klau.πŸ’–




Kamis, 20 Januari 2022

MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

 

 Menjadikan Menulis sebagai Passion

 


                   

Hari/ Tanggal     : Rabu, 19 Januari 2022

Pemateri             : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd                                                                                                     

 Moderator          : Helwiyah

Topik                   : Menjadikan Menulis Sebagai Passion  

Resume ke          : 2 ( Dua )

Gelombang         : 23   

                                                                          

 

Salam Literasi...

" Beberapa orang memimpikan kesuksesannya, sementara yang lainnya bangun setiap

pagi untuk mewujudkan mimpinya"." Wayne Huizenge"

Malam ini terasa sangat menggembirakan hati,  malam kedua saya harus duduk manis

dimuka laptop acerku untuk menyimak materi dari nara sumber hebat pada pertemuan

kedua pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 23.

Untuk menjadi penulis hebat, sering-sering mengisi bahan bakar kita dengan membaca buku-buku hebat. Agar motivasi kita selalu terbakar dan menyala.

 

Materi mala mini, akan menginspirasi kita untuk konsisten menulis dan menjadi penulis  yang kreatif.

 

Mari berkenalan dengan nara sumber hebat hari ini.

Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd yang biasa disapa bunda kanjeng, Beliau seorang  Blogger,  Guru pegiat litersi  dan pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah. Beliau menamatkan studi S1 di FKIP Bahasa Inggris  UNS dan S2 di UMS.

Bunda Kanjeng memiliki motto: Bersemangat menggapai ridha Allah dengan berbagi dan sulahturahmi.

 

Writing  is My Passion

Berbicara tentang gairah, tentunya setiap kita memiliki rasa itu. Satu ketika saya diperhadapkan pada situasi yang sangat-sangat menggairahkan apa yang harus saya lakukan? Saya akan melakukan segala cara agar gairah saya itu dapat tersalurkan. Begitupun malam ini, Bunda kanjeng memilih tema Writing is my passion? Karena sutu gairah itu tidak akan pernah padam. Bunda kanjeng menggiring peserta untuk memiliki gairah menulis dan menulis, Karena orang yang memiliki gairah biasanya kreatif, penuh semangat dan selalu bahagia karena memiliki banyak harapan Yang paling terpenting Bapak/ibu hebat harus bangga dengan potensi diri yang dimiliki.

Ketika kita hadir didunia, kita adalah pemenang. Sudah diberi talenta dan akal sehat, tinggal kita mengasah dan melejitkan potensi tersebut. Luar biasa motivasi dari Bunda kanjeng.

 

Mengapa Menulis Menjadi Passion yang menjanjikan?

·        Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.

·   Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

 

Kendala Dan Hambatan

·      πŸ‘‰  Merasa tidak bakat menulis

Seorang penulis pemulis terkadang merasakan hal itu, memulai menulis dengan rasa pesimis atau tidak yakin dan akhirnya malas dan putus asa akhirnya mengulang dari awal.

 

·      πŸ‘‰  Tidak memiliki waktu untuk menulis

Tergantung bagaimana kita memanajemen waktu, setiap orang memiliki kesibukan yang berbeda. Kita menulis bukan karena ada waktu tetapi kita menyediakan waktu untuk menulis.lama kelamaan menjadi satu kebiasaan yang terpola.

 

·        πŸ‘‰Tidak memiliki ide

Alasan klasik yang selalu menghantui penulis pemula adalah tidak adanya ide. Sepereti yang sudah disampaikan oleh Om Jay pada materi hari pertama bahwa ide bisa ad dimana saja, dari apa yang kita rasakan, kita lihat dan kita tau dapat kita tuangkan dalam tulisan, semua kembali kepada kita apakah ada gairah untuk menulis atau tidak.

 

·      πŸ‘‰  Tidak mau dikritik

Terkadang orang tidak ingin dikritik, ternyata kritik adalah sarana untuk kita dapat merefleksi diri, merubah diri karna kritik itu sendiri adalah bagian dari penilaian seseorang atau kelompok yang justru akan mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemampuan diri kita untuk memperbaiki kesalahan dan kembali menjadi yang terbaik.

 

·      πŸ‘‰  Tidak suka menulis

Pada hakekatnya menulis adalah menyampaikan pesan secara simbolik yang dituangkan dalam tulisan,namun terkadang orang tidak suka menulis, Kenyataannya  manusia tidak lepas dari menulis yang membedakan adalah tujuan dari menulis tersebut.

 

Materi malam ini sangat bermanfaat bagi kita penulis pemula, dari apa yang dipaparkan oleh Bunda Kanjeng bagaimana kita memulai menulis dan mengatasi kendala tersebut diatas melalui kata mengapa.

 

        “Mengapa”? Alasan untuk kita Menulis

·        πŸ‘‰Mengapa kita menulis ?

Lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai,visi dan misi hidup kita didunia

·      πŸ‘‰  Bagaimana cara kita menulis ?

Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses.

·       πŸ‘‰ Kapan Kita mulai menulis?

Secepatnya kita harus niatkan untuk membuat karya yang asli dari diri kita.

 

Motivasi menulis: hadis Nabi yang mengatakan “ Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain ( Khoirunnas anfa’ uhum linnas).

 Memotivasi diri dengan menggairahkan diri untuk mulai menulis dan menulis.


Langkah-Langkah Menjadi Penulis Yang Baik

·      πŸ‘‰  Read : Untuk menjadi seorang penulis yang baik , kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general(umum) maupun spesifik(misalnya sesuai sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita. Sehingga tidak ada alas an untuk kita tidak membaca  karena dengan membaca pengetahuan kita tentang menulis akan bertumbuh dan terasah karena ide akan muncul seiring dengan tulisan-tulisan yang kita sudah baca sebelumnya.

·  πŸ‘‰ Discuss : hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kit abaca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

·         πŸ‘‰ Look & feel : Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.

·      πŸ‘‰Socialize : Berapa banyak pengetahuan,pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap.

          Writing Preparation

Pada tahap ini , bagaiman penulis  mempersiapkan diri saat menulis ?

·        Menggali dan menemukan gagasan/ ide

Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

·        Menentukan tujuan , genre,dan segmen pembaca.

Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisa yang kita hasilkan akan marketable.

·        Menentukan Topik

Misalnya tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan popular. Jika sasarannya adalah orang tua (manula) maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topic “ Hidup sehat di usia senja”

·        Membuat outline

Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup  cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis,kesetaraan struktur,kepaduan dan penekanan dapat dikatakan  bahwa pesan  yang akan disampaikan seorang penulis harus runtut atau berkesinambungan.

·        Penulis wajib membaca banyak buku

Sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topic, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topic yang sudah ditentukan.

 

Menulis itu harus sabar

Disaat memulai menulis munculkan semangat dan jangan ada keraguan, focus pada ketentuan dalam prose menulis.

Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berpikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.

Tak terasa waktu 2 jam begitu cepat berlalu, dan kini tibalah saatnya untuk Bunda Kanjeng menyampaikan Clossing Statementnya :

 Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak adad yang mau membaca. Tetaplah berada di komunitas Literasi. Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.

Luar biasa materi malam ini, menambah wawasan serta pengetahuan sebagai penulis pemula agar tetap bergairah untuk mulai menulis dan menulis.

 

Salam sehat

Tetap semangat

Salam Literasi.

 

 

 

 

 

RASA YANG TERCECER