Kamis, 24 Februari 2022

MENGENAL PENERBIT INDIE

 



Resume          : Ke 17
Hari/tanggal    : rabu, 23 Februari 2022
Gelombang      : 23 & 24
Narasumber    : Mukminim,S.Pd.,M.Pd
Moderator       : Helwiyah
Tema              : Mengenal Penerbit Indie

Hujan mengguyur kota Kupang sejak tanggal 2222022 hingga kemarin sampai malam, banjir dimana-mana bersyukurlah tempatku tidak banjir. Namun suasana dan kondisi tidak bersahabat sehingga baru pagi ini saya membuat resumenya, kendatipun saya mengikuti pelatihan via WAG kita semalam.
Ibu Helwiyah yang sudah tidak asing lagi untuk kita yang menjadi moderator, beliau memperkenalkan narasumber yang hebat untuk kita sekalian.


Pak Mukminin, S.Pd., M.Pd yang biasa disapa Cak Inin adalah seorang guru yang lahir di Jombang , 6 Juli 1965. 

Pekerjaan :

1.Guru (PNS ) di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 (32 th) sampai sekarang.  

2. Konsultan Umroh dan Haji Plus PT. ARMINAREKA PERDANA CABANG LAMONGAN 

3. Penulis buku di usia 55 tahun 

4. DIREKTUR PENERBIT BUKU KAMILA PRESS LAMONGAN 

5. Pengalaman Berorganisasi:

A. Pengurus PGRI Kec. Kedungpring 

B. Pengurus KOMNASDIK Kab. Lamongan 

. Pengalaman Lain: 

A. Menjadi Nara sumber belajar menulis online di WA grup PGRI asuhan Bapak Wijaya Kusumah,  M.Pd., ( Om Jay). 

B. Menjadi Nara sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim ( Ibu Noralai Purwa Yunita,M.Pd,  Kang Haji Encon Rahman,S.Pd., Bpk Sudomo, S.Pt., Wijaya Kusumah,M.Pd., Sudah berjalan 6 gelombang.

Banyak penghargaan yang telah beliau dapati.

Beliau bisa dihubungi lewat :

Hp / WA  : 081330944498

email.      : gusmukminin@gmail.com

FB             : Cakinin Mukminin Arminareka 

IG.             : cakinin_mukminin

Blog          : cakinin.blogspot.com

 

Alamat Rumah :

Jl. Ahmad Yani 

DS. Tlanak RT 04 RW 03 

Kec.Kedungpring 

Kab. Lamongan (LA)

JAWA TIMUR 

HP / WA : 081330944498

•Motto : 

•Manjadda Wajada

•Jadikan hidup untuk bermanfaat bagi orang lain 

•Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda lihat, Anda baca, Anda dengar, Anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin 2020)

•Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu siapa tahu itu jadi penolongmu (Cak Inin 2020).

Kata-kata Mutiara untuk  memotivasi diri:

1."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis"._Imam All-Ghazali

👉  Mari kita pahami cara menulis dan menerbitkan buku.

    Untuk mewujudkan itu  memang butuh ketekunan,  perjuangan dan juga          tekad serta  motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses                   menulis.

 👉 Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat.

   Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu                  memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui: 

 1. Prawriting

a.. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap              sekitar ( Pay attention).
b. Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi      tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting
  Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan            menulis naskah buku sesuai  draf tadi.  

 Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel,   cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata,        menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yg perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.


👉 Penerbit buku ada dua macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit       Indhie. 
     Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini  : 

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

 Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama   sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko   buku.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

 Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

 Penerbit mayor : 

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

 Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

Penerbit mayor : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

 Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

 Penerbit mayor : 

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

 Penerbit indie : 

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

 Penerbit mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

 Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

Refleksi :  💓 Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara, maka                                 menulislah agar dunia tahu siapa dirimu.
             💓 Tentukan penerbit indie untuk menerbitkan buku solo dan antologi                   mu karena penerbit indie merupakan solusinya.

Tetap semangat.




10 komentar:

  1. Mantap Bu resumenya, lengkap Daan sistematis. Sekarang tinggal di proses ke penerbit nya....

    BalasHapus
  2. Moga dimudahkan menerbitkan buku solo Bu.

    BalasHapus
  3. Semangat dan semoga sukses hingga terbit buku solo

    BalasHapus
  4. Semangat Bu Yosefina, smg reume ini akhirnya menjadi buku solo ...

    BalasHapus
  5. Tetap semangat dan selalu semangat ijut BM 23

    BalasHapus
  6. Mantab. Lanjut terbitkan buku Anda Kamila Press siap membantu

    BalasHapus

tambahkan

RASA YANG TERCECER