Mengatasi Writer's Block
Pertemuan ke-8, Gelombang 23 & 24 Resume Hari/tanggal: Rabu, 02022022
Pemateri : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr.
Moderator : Widya Setianingsih
Salam Literasi !
"Menulis itu mudah, kamu hanya perlu menatap selembar kertas kosong
sampai tetesan darah terbentuk di dahimu"- Gene fowler
Ditengah kesibukan malam ini saya masih menyempatkan diri untuk berada di dekat laptopku dan bergabung di group BM. Mengapa demikian ? karena saya termotivasi dengan kata bijak diatas, menulis itu mudah, Kamu hanya perlu menatap layar laptop sampai tetesan darah terbentuk di dahi dan dituangkan lewat tuts-tutsnya.
Moderator hebat membuka kesunyian group BM 23 & 24 dengan menyapa peserta dan memperkenalkan dirinya, moderator ciantik bernama Bu Widya Setianingsih. Kendatipun malam ini kota Malang di guyur hujan namun tidak mengendorkan semangat Bu widya membersamai para peserta
Bu Widya menyapa peserta dengan memberikan pertanyaan: pernakah saat mau menulis kita mengeluh seperti ini.
Selanjutnya nulis apa yaa”?🤔
“Kok buntu sih,”😥
“Haduuh kok ga ada ide yaa,!”😩
Hayoo cobaa siapa yang pernah mengeluh seperti ini?
Atau pernahkah diantara sahabat literasi hanya bengong di depan leptop sambil garuk-garuk kepala,
ide seolah menghilang?menguap entah kemana? 😵💫😵💫😵💫
Jika dua gejala ini Sahabat alami tandanya harus WASPADALAAH...
😱😱😱😱 pertanda ada virus yang telah menghampiri kita.. dan bu widya telah menyiapkan seorang dokter yang hebat yaitu Nara sumber kita Ibu DITTA WIDYA UTAMI, S. Pd, Gr
Seperti pada pertemuan- pertemuan sebelumnya, acara kita terdiri dari:
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi
3. Tanya jawab
4. Penutup.
Selayang pandang tentang Nara sumber
Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di bidang literasi.
Mari berteman dengan penulis :
Email : dittawidyautami@gmail.com
Blog :
Kompasiana (https://www.kompasiana.com/ditta13718)
Edublogs (https://jendelaipa.edublogs.org)
YouTube :
ditta widya utamiInstagram/Twitter : @dittawidyautami
LinkedIn : Ditta Widya Utami.
Bu Widya mempersilahkan Nara sumber untuk memasuki kelas . Bu Ditt membuka pertemuan malam ini dengan mengisahakan bahwa beliaupun alumni pelatihan belajar menulis PGRI angkatan 7 dan masuk juga ke angkatan pertama menulis bersama Prof. Eko.
Bu Ditt membuka pertemuan ini dengan memberikan sebuah tulisan di link dan meminta peserta untuk mengomentari dengan menulis apa saja yang ada di otak.
Pada malam ini bu Ditt akan berbagi tentang sebuah istilah yang dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler : writer's block.
Writer's block bisa menyerang siapa pun entah penulis pemula maupun profesional. Penulis cerpen maupun puisi. penulis artikel maupun jurnal ilmiah. Muda maupun yang tua.
Karena writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis.
Tanda- tanda seseorang terserang writer's block :
👉 Sulit fokus
👉 Tidak ada inspirasi menulis
👉 Menulis lebih lambat dari biasanya atau
👉 Merasa stress dan frustrasi untuk menulis.
Makanya ketika muncul tanda-tanda WB sebaiknya kita segera bangkit, Why ???
Karena WB bisa menjangkit dalam hitungan menit, jam, hari, minggu,bulan bahkan tahunan.
Berapa lama WB bisa terjadi ?Tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi WB tersebut.
langkah agar bisa mengatasi writer's block adalah :
👉 Mengetahui penyebabnya
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kita terserang WB :
👉 Mencoba metode/ topik baru dalam menulis
Bila kita mencoba metode / topik baru cara untuk mengatasinya kita sering
berlatih dan berlatih tentang metode/ topik yang baru itu.
👉 Stres, Lelah Fisik/ Mental
Bila kita lelah karena memilik kesibukan yang luar biasa, maka kita harus
beristirahat sejenak dengan melakukan hal yang disukai ataupun lakukan apa
yang menjadi hobby kita. Tak ada salahnya me- refresh-kan diri.
👉 Terlalu perfeksionis
Tak ada manusia yang sempurna, kecuali Sang Penguasa.
Makanya ada pepatah perfectionism kills creativity
Perfeksionis itu bisa menghilangkan kreativitas. Mengapa ?
Karena rasa ingin sempurna bisa membawa kita memiliki pemikiran yang negatif.
Maka untuk mengatasinya hanya dengan cara...
"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Tulisanmu akan menemukan takdirnya (pada pembaca)."
Bu Ditt mengakhiri pertemuan malam ini dengan mengajak kita
untuk jangan lupa bahagia, karena dengan hati yang penuh suka cita
dan bahagia kita akan bisa menulis .
Selamat berbahagia 💝
semoga kita tak lagi mengalami kesulitan dalam menulis
BalasHapusSemoga Om Jay... tetap semangat 💪
HapusWriter's block..stop..we can do it.. semangat bu Yos..👍
BalasHapusPasti Bunda... terimakasih 🙏
HapusKetennnnand mantuuuul
BalasHapusTerimakasih bunda
HapusSemangat terus bunda...
BalasHapusBersama kita bisa
HapusAyo Bu semangat..bagus..
BalasHapusMantap
BalasHapusBersama kita bisa... terimakasih 🙏
BalasHapusSemangat Bu. Keren ni ..
BalasHapusBaru belajar menulis mbak Endang...hhhh
HapusSemakin bagussss
BalasHapusKita belajar bersama...
HapusMantap
BalasHapusBersama kita bisa bunda
BalasHapuskeren... sukses selalu
BalasHapusUnyu unyu... Semangat bu
BalasHapusTetap semangat.
HapusCantik bu keren
BalasHapusBu Nur... bersama kita bisa.
BalasHapusBu Nur...bersama kita bisa
BalasHapusLuar biasa.......mntap. Semangat terus kita pasti bisa
BalasHapus