Hari/tanggal : Jumat, 25 Februari 2022
Gelombang : 23 & 24
Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd
Moderator : Rosminiyati
Pertemuan ke 18 dengan moderator ibu Rosminiyati dan narasumber Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.
Silakan kunjungi profil beliau pada tautan berikut ini, dan
tinggalkan decak kagumnya di kolom komentar. 👇
https://www.praszetyawan.com/p/profil.html
Tidak harus ribet dalam menerbitkan buku,
kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut, naskah pasti diterbitkan dengan proses penerbitan mudah dan cepat.
Penerbit Indie itu banyak. maka kita perlu pertimbangan dalam memilih penerbit. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.
● Biaya penerbitan
● fasilitas penerbitan
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Lama penerbitan
● Jumlah buku yang didapat penulis
Kadang ada penerbit yang bilang gratis. Tapi kita tidak tahu ketentuan yang belum terungkap. Misalnya ternyata kita tidak dapat cetakkan bukunya, dapat master PDF saja. Kita mesti cari percetakkan sendiri
atau misalnya gratis tapi harus cetak minimal 20 eksemplar. Itukan sama saja ya.
Pak Brian menginformasikan ada 2 penerbit rekaan yang bisa direkomendasikan untuk digunakan sebagai referensi penerbitan buku.
1. Penerbit Depok
https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html
2. Penerbit Malang
https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html.
Narasumber mengatakan kita memiliki kondisi dan keinginan/rencana yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka kita coba mengakomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut untuk dapat dipilih.
Perhatikan perbedaan 2 penerbit rekanan tersebut
Pak Brian mengatakan yang diberi huruf tebal merupakan letak perbedaannya.
Narasumber menyampaikan juga bahwa penerbit Depok juga ada paket gratis seperti ini. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini biasanya dipakai untuk sekolah yang memang cetak banyak. Sehingga tidak perlu memikirkan biaya penerbitan lagi
Mari kita melihat kembali lagi ke tabel tadi
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk bapak/ibu yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang.
untuk pribadi saja, sehingga tidak perlu jumlah buku yang banyak
Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan.
Penerbit Malang cocok untuk bapak/ibu yang berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.
Silahkan dipilih satu dari antara dua penerbit indie tersebut yang dianggap cocok sesuai dengan dompet kita.
Refleksi : Jangan biarkan tulisan yang sudah ada tersimpan dalam laptop saja, namun bergegaslah untuk menebitkannya.
Closing Statmen :Tulisan yang kita anggap biasa bisa jadi luar biasa bagi orang lain.
Akhirnya besegeralah menerbitkan buku solo.
Salam Literasi 💓
Terus menulis dgn karya puncak buku solo Bu
BalasHapusBunda, aku lagi sakit.
BalasHapusCepat sembuh Bu dan tetap semangat.
HapusSemoga lekas kembali sehat bu Yos...🤗🥰
BalasHapusMuantaaaap Kawannnn, sehat selaluuuu
BalasHapusTetap semangat dan semoga lancar menerbitkan buku solo
BalasHapusayo bu segera terbitkan buku dari resum kita
BalasHapusSemangat menerbitkan buku solo Bu Yosefina
BalasHapus