Resume
Hari/tanggal : Senin, 21 Februari 2022
Gelombang : 23 &
24
Narasumber : Yulius Roma Patandean,S.Pd
Moderator : Muliadi
Tema :
Lngkah Menyusun Buku Secara Sistematis.
Malam ini tidak
seperti biasanya perasaanku agak sedih karena listrik PLN padam berhubung dari
sore hujan di kota Kupang. Kendatipun penerangan seadanya saya tetap semangat dalam mengikuti pertemuan. Tepat pukul 19.00 wib atau pukul 20.00 wita moderator menyapa peserta dan memperkenalkan narasumber kita malam ini.
Profil narasumber kita malam ini
Narasmber kita bernama Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd, beliau seorang penulis dan editor profesional dan guru Bahasa Inggris pada SMA Negeri 5 Toraja. Beliau lahir di salubarani, Tana toraja, 6 juli 1984. Beliau menyelesikan pendidikan S1 pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) saat ini sementaramelanjutkan Pendidikan di Institut agama Kristen Negeri Toraja.
Materi :
Langkah - langkah Menyusun Buku secara Sistematis :
1. Dalam menulis dan menyelesaikan tulisan, saya masih memegang prinsip CLBK.
2. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Bagi saya, COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.
3 Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.
4 Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.
5 Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.
6 Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan.
7 Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo.
8 Seperti apa cara sistematis yang saya lakukan dalam menyelesaikan tulisan?
9. Saya melakukan seperti yang terdapat dalam tautan berikut ini.
https://youtu.be/eePQwyHAcjw
Semangat dan konsisten ya Bu dan jangan lupa pesan Bang Roma😁.
BalasHapusTerimakasih bunda.
HapusSemagat selalu bu. Mari konsiten
BalasHapusSiap 💪🙏
HapusBang Roma berpesan..CLBK ..mari petik Dawai Asmara melantunkan karya 🤩🤩😊👍
BalasHapusSiap Bunda 🙏🙏😘
HapusHebat Bu Yosefin biar lampu terbatas tetap melaksanakan tugas. Konsisten sudah nampak. CLBK jelas jalan. Salam Literasi bu
BalasHapussangat setuju dengan refleksinya. Bahwa kita harus selalu menciptakan peluang bukan menunggu peluang. sukses selalu...
BalasHapusYuk kita selalu luangkan waktu untuk menulis secara konsisten
BalasHapusLuar biasa Bu Yos. Meski dalam kondisi pemadaman listrik tetapi resumenya jadi dengan sangat baik. Salut Bu Yos.
BalasHapusMantap Bu.. terimakasih refleksi mg tetap konsisten.
BalasHapusMantap bu, keren. Semangat & lanjut terus, maaf telat berkunjung.
BalasHapus