Menulis Buku Dari Karya Ilmiah
Hari/tanggal: Jumat, 28 Januari 2022
Pemateri : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Moderator : Raliyanti
Topik : Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Kata bijak diatas memberi semangat bagiku di hari yang ke7 di kelas
BM bersama Om Jay.
Malam ini udara terasa dingin karena di kotaku sementara diguyur hujan, kendatipun
demikian tidak memupus semangatku untuk bersiap dimuka laptop. Sebelum pukul
20.00 wita atau pukul 19.00 wib saya sudah mengambil posisi yang nyaman dan
teramat santai sambil mengintip WAG, dan tibalah saatnya sapaan dari ibu
moderator yang memiliki nama lengkap bu Raliyanti memperkenalkan nara sumber
kita malam ini.
Selayang Pandang tentang narasumber
Pemilik nama Noralia Purwa Yunita , M.Pd beliau adalah seorang pengajar di
SMPN 8 Semarang, penulis, bloger dan sebelumnya beliau juga adalah peserta
kelas belajar menulis PGRI yang bukunya juga tembus di penerbit mayor Andi
Offset.
Bu Noralia akan membagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis
buku dari karya ilmiah,beliau sendiri alumni kelas menulis gelombang 8.
semenjak saat itu beliau menyukai dunia menulis dan sekarang beliau menulis
untuk mengisi salah satu rubrik di sebuah majalah.
Bu Noralia mengatakan
Berbicara masalah karya ilmiah, yakin dan pasti yang sudah menamatkan S1
pastinya berjuang dengan skripsi begitupun yang sudah melanjutkan lagi ke
jenjang S2, akan meningkat lagi dengan mengejakan tesis.
Begitupun setelah menjadi guru, kita dituntut untuk membuat satu jenis
karya imiah lagi( sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni PTK,best
pratice,makalah tinjauan ilmiah,artikel ilmiah semuanya dikerjakan hanya
sebatas untuk memenuhi tuntutan saja. Padahal, jika kita mengingat
perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit
pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan
psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai
menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Lantas, apakah
kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin,
hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang
mengetahuinya.
Akan
sangat disayangkan apabila informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI
dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja
di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak
dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan
solusi nyata.
Lantas bagaimana solusi nya? Ada satu solusi yang dinilai lebih
memberikan banyak manfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku.
Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara
lain.
A. Dapat dibaca oleh masyarakat awam
B. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat
kita peroleh
C. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat
menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK,
juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali
dayung 2 pulau terlampaui.
D. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca,
banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh
banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri
E. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah
menjadi buku.
Perbedaan format buku dan KTI pada umumnya:
format buku :
👉 judul
👉kata pengantar
👉 prakata
👉 daftar isi
👉isi buku
👉daftar Pustaka
👉 sinopsis
👉 profil penulis
Boleh ditambah daftar gambar, indeks,
format KTI pada umumnya :
👉judul
👉lembar pengesahan
👉 kata pengantar
👉 halaman persembahan
👉daftar isi
👉 pendahuluan
👉 tinjauan Pustaka
👉 metode penelitian
👉 pembahasan
👉 kesimpulan
👉 daftar Pustaka
👉 lampiran
CARA KONVERSI KTI menjadi buku
A. Ubah judul
Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaki, dan panjang.
Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat.
Paling tidak maksimal 5-6 kata.
Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind
Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran
Kimia kelas X SMA".
Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :
" Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ".
lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah
yang telah dibuat
B. Ubah daftar isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan
masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman
2W+1H)
Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk
pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll
Bab 2 (APA) enjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari
metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan,
bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata
berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai
C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.
Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang
mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications,
collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan
mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang
notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang
cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat
menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak
penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika
yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.
D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja
E. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah
berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis,
karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan
pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin
oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah
satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus
mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena
apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.
F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi
seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya.
Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain
blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian
yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan
penelitian tersebut
H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan
ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit
I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak
hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis
ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat
yang ada di KTI asli.
Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti
hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang
sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self
plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang
ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.
Demikian materi yang menginspirasi malam ini, apa yang sudah dibagikan oleh Bu Noralia semoga dapat membantu saya dan banyak orang dalam berkarya.
Terimakasih atas berbagi pengalaman dan ilmunya.🙏
Ayo budayakan membaca dan menulis
Salam semangat
Kupang, 28 Januari 2022
Keren tema blognya, resumenya juga mantap. Semangat terus bu.
BalasHapusBaru belajar...
HapusSemakin cantik..dan tertata...amazing..🥰🥰
BalasHapusBun...baru merangkak.
Hapushanya ada beberapa salah ketik tapi segi penampilan blognya menarik, dan isinya dimulai dari kutipan motivasi... luar biasa.
BalasHapusBaru belajar pak guru 🙏
HapusCntik sekali
BalasHapusTerimakasih Bunda
BalasHapusSemangat sampai akhir bu
BalasHapusTety semangat Bu ciantikkk ❤️
HapusBaguss resumnya
BalasHapusBaru belati merangkak....hhhh
HapusLuar biasa ibu Yosefina...resumenya cetar
BalasHapusBaru belajar menulis
HapusSemangat bu. Bagus resumenya
BalasHapusTetap semangat 💪
HapusSiap menulis dan menulis...
BalasHapusTulisan dan bloggnya keren Bu...
BalasHapusMari kita belajar bersama Bunda 🙏
HapusBagus bu.... Rapi dan keren dah pokoknya
BalasHapusBersama kita belajar
HapusMantep....smangatttt
BalasHapusTetap semangat ya Bunda 🙏
HapusLuar biasa,...semangat terus berkarya. Salam literasi
BalasHapusBersama kita belajar Bunda
HapusMenawan resumenya bu salam litarasi
BalasHapusSemangat Bunda, salam literasi.
BalasHapusMantap.Semangat Bu...
BalasHapus