Kesunyian malam
Kuseduh kepedihan
dari relungnya malam
Lalu mataku
menitiskan butiran perih
Menghahalau rindu
yang bisu
Dari tiap sekat
waktu
Aku mencintaimu
dengan segenap kepahitan
Begitu pelik
namun berkelip pelangi
Inilah caraku
mengasihimu dengan caraku
Kamu disana, aku
disini
Kita tetap bersatu
dalam rasa
Menyatu hati kita
berdua
Satu selamanya
dalam kehangatan.
Kupang, 29
November 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tambahkan