Yosfien H. Klau
berhubung semalam ada kegiatan meetting di group sebelah.
Saya bangun
dan melakukan aktifitas seperti biasa, entah
mimpi
apa semalam ada
sedikit kesalahpahaman diantara
kami di rumah yang membuat hatiku
sangat sedih. Semestinya
hal ini tidak boleh terjadi di awal hari baru, namun
tak dapat
dielak semuanya telanjur terjadi. kata-kata lebih tajam dari
tamparan, kata-kata setajam pisau bermata dua , menikam
sampai ke lubuk
hati yang terdalam. Haruskah saya menerima
begitu saja dan menelan pil
pahit itu di awal hari baru yang
indah ini ? saya pun diam membisu seribu
bahasa dan
mensiasati hati untuk tersenyum kendatipun hati menangis.
Saya
berusaha menghadirkan suka cita didalam hati, dengan
mencoba tersenyum, dan
bersenandung kecil untuk menepis
rasa lara yang telanjur merusak perasaan
sukacita saya di pagi
ini.
Saya pun
bergegas bersiap dan berangkat ketempat kerja, hati
yang hancur selalu saja
menghantui perasaanku, seribu
tanya mengusik lamunanku. Mengapa ? kenapa ? kok
begini ? saya
pun jujur merefleksikan diri untuk berusaha
menjawab seribu
tanya yang menghadang di hatiku ini. Ada benarnya juga dari
kesalahpahaman ini namun haruskah sejauh itu yang
dituduhkan kepadaku ? Itu
yang menjadi lamunanku dalam
perjalanan, walaupun saya mengendarai sepeda motor yang
butuh konsentrasi namun agak terusik
sedikit perhatian dan
konsentrasiku.
Puji Tuhan kendatipun konsentrasi saya
terbagi, saya bisa tiba
dengan selamat di tempat kerjaku. Sesampai ditempat
kerjaku
saya belum sepenuhnya
berkonsentrasi dengan pekerjaan,
saya langsung menuangkan rasa yang mengganjal
ini kedalam
sebuah tulisan agar sedikit terobat rasa lara dihati ini.
Semoga pil pahit yang saya telan dipagi
ini sebagai pengganti
seteguk kopi pahit yang biasanya diminum kala pagi hari
dapat memberi sebuah refleksi yang jujur bagi kehidupan.
Saya ambil hikmahnya
semoga kopi pahit yang menjadi
suguhan pagi ini, saya robah menjadi sukacita
untuk
melanjutkan aktivitas dihari ini. Selamat beraktivitas semoga
Tuhan
memberkati kita semua. Salam sehat salam berliterasi.
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.